Hijrah merupakan fase penting seseorang untuk memperbaiki diri. Hijrah yang secara harfiah berarti “meninggalkan” merupakan roh yang menjiwai gerakan seorang Muslim. Hijrah kemudian sering kali dimaknai sebagai perpindahan atau peralihan dari satu ke lain kondisi.
Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: “Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain, Rasulullah menegaskan bahwa berhijrah berarti meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.
“Seorang Muslim ialah orang yang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Banyak yang mulai meninggalkan pekerjaannya yang dulu yang dianggap tidak sesuai dengan syariat agama. Mereka mulai beralih dari seorang musisi misalnya menjadi pendakwah dan lain-lain.
Namun juga ada yang hanya mengikuti trend yang ada yaitu trend hijrah sekarang sangat banyak digalakan oleh berbagai pihak, dan banyak pihak yang mencoba hijrah namun tidak mengerti arti hijrah itu sebenernya. Atau dengan tujuan yang salah seperti hijrah untuk mendapatkan jodoh segera mungkin , atau untuk segera nikah muda. Jelas itu anggapan yang salah, karena fenomena hijrah juga beriringan dengan fenomena nikah muda , padahal memutuskan menikah bukan hanyalah mengenai satu hal namun banyak hal. Orang yang memutuskan untuk menikah bukan hanyak siap secara lahir namun batinnya, siap akan segala masalah-masalah yang ada setelah menikah. Dan apabila orang ini tidak memiliki pondasi agama yang kuat maka bisa rusak ikatan pernikahan tersebut.
Hijrah itu merupakan proses tidak bisa langsung berubah, misal dari yang jarang senyum dan ramah pada orang lalu sekarang menjadi lebih ramah itu saja sudah merupakan hijrah, apalagi memutuskan untuk berhijab itu bukan hanya menutupi kepala tapi pelindung diri , hati dan penjaga tutur kata serta tingkah laku. Jadi berniatalah hijrah karena Allah SWT.
Penulis: Dyah Palupi Putri



