Sahabat Nabi adalah mereka orang-orang yang hidup sejaman dengan Nabi, mengimani risalah yang dibawa oleh beliau, dan wafat dalam keadaan Islam. Oleh karena mereka hidup sejaman dengan Nabi, maka mereka hidup pada kurun yang terbaik dalam sepanjang sejarah Islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Sebaik-baik manusia ialah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya” (Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut, maka dapat ditegaskan bahwa sahabat Nabi hidup pada generasi yang terbaik. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita mengambil keteladanan dari mereka, antara lain dalam hal mendukung perjuangan Nabi dengan apa yang mereka miliki. Para sahabat Nabi memiliki latar belakang yang berbeda-beda, ada yang perempuan, ada yang laki-laki, ada yang tua ada pula yang muda, ada yang kaya ada pula yang miskin. Namun demikian, mereka memiliki semangat yang sama dalam hal mendukung perjuangan Nabi dengan apa yang mereka miliki.
Abu Bakar adalah seorang yang kaya raya. Dia mendukung perjuangan Nabi dengan harta kekayaannya. Umar bin Khatab adalah seorang intelektual. Dia mendukung perjuangan Nabi dengan banyak memberikan sumbangan pemikirannya. Ali bin Abi Talib adalah sahabat Nabi dari kalangan pemuda. Dia mendukung perjuangan Nabi dengan tenaganya dengan cara senantiasa mendampingi Nabi dalam setiap peperangan yang dijalankannya. Khadijah adalah seorang perempuan yang kaya raya dan berwibawa. Dia mendukung perjuangan Nabi dengan kekayaan dan kewibawaannya. Adapun Bilal adalah contoh sahabat Nabi dari kalangan orang miskin. Namun demikian diapun tidak ketinggalan mendukung perjuangan Nabi dengan menjadi seorang muadzin.
Pelajaran yang patut kita teladani dari sahabat Nabi sebagaimana dijelaskan di atas adalah mendukung perjuangan dakwah Islam menurut kemampuan yang kita miliki. Bisa harta, pemikiran, tenaga, doa, dan lain-lain. Semoga kita dapat berperan serta dalam menegakkan Islam sebagaimana pernah dilakukan oleh para sahabat Nabi ketika mendukung perjuangannya. Aamin Ya Robbal Alamin.
Penulis: Dr. Asep Daud Kosasih



