JANGAN MARAH!

Allah SWT menciptakan manusia dari tanah, sedangkan disisi lain Allah juga  menciptakan mahluk lain yaitu  jin yang berasal dari api. Kedua makhluk tersebut  diciptakan supaya senantiasa menyembah kepada Allah SWT. Dan tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Manusia dan jin diciptakan dari bahan dasar yang berbeda, sehingga mempunyai karakteristik atau watak yang berbeda pula. Namun, kedua makhluk tersebut sama-sama memiliki akal dan hawa napsu, jika hanya menuruti hawa napsu yang negatif maka dampak yang dapat menimbulkan adalah perilaku yang tidak baik seperti marah. Rasa marah yang ditimbulkan dari dalam hati dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik seperti berkata kasar, memukul, menyakiti orang lain dan berbagai perbuatan dzalim lainnya. Allah SWT berfirman

 “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” Q.S. Ali Imran ayat 134

Dari ayat tersebut, hendaknya kita perlu berpikir ulang saat ingin marah, apakah marah kita bermanfaat atau justru akan membawa masalah yang lebih besar lagi. Perlu diketahui juga bahwa mempunyai sifat pemarah itu tidak baik, maka hal-hal yang perlu di perhatikan agar terhindar dari sifat pemarah adalah. Apabila sudah terlanjur marah, yang perlu dilakukan adalah meredamnya. Usahakan untuk bersikap tenang kemudian beristighfar memohon perlindungan  kepada Allah dari godaan setan. Apabila kemarahan belum reda cobalah untuk berpindah tempat . Apabila merah juga tidak reda dianjurkan untuk duduk. Ketika masih merasa marah, cobalah untuk berbaring. Nabi Muhammad saw bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian marah sedangkan ia dalam keadaan berdiri maka duduklah hingga amarah itu hilang, namun jika tidak hilang juga maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)

Sebagai seorang muslim dan muslimah hendaknya seorang umat islam itu dapat menahan diri dari amarah dan senantiasa mempunyai sifat sabar. Sikap penyabar merupakan suatu sikap yang dapat menahan emosi atau suatu kemampuan untuk mengendalikan diri dari amarah bahkan dalam situasi yang sulit dan sikap sabar tersebut juga sikap yang di sukai Allah.

Dari beberapa firman Allah dan hadist diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah orang yang selalu bersabar dan dapat menahan diri dari amarah. Sementara, seburuk-buruknya manusia adalah orang yang mudah dikalahkan oleh amarahnya. Jaminan bagi orang yang sabar dan dapat menahan diri dari amarahnya adalah surga (jannah). Tidak ada pertolongan kecuali pertolongan dari Allah SWT dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’ala, Aamiin ya rabbal’alamin.

Penulis : Desi Safitri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *