Purwokerto – Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memberangkatkan para mentor dan mentee berprestasi untuk mengikuti program International Confence sampai International Cultural Performance GIM Universiti Malaya pada 13-18 April 2026 bersama 7 mahasiswa lainnya.
Peserta yang terpilih melalui rangkaian seleksi ketat—meliputi tes tulis, wawancara, dan forum diskusi adalah NAZRIL JAYA SUPRIATMAN (Teknik Informatika) sebagai mentor berprestasi 2026 dan AYYAS ABDULKARIM ASDI (Pendidikan Bahasa Arab) sebagai mentee berprestasi 2026.
“Selamat untuk Ayass dan Nazril yang telah memperoleh reward Mentor dan Mentee berprestasi 2026. Sebagai bentuk apresiasi kami memberikan reward berupa sit in Malaysia sekaligus mengikuti event International Conference pada program Global Inbound Mobility. Semoga pengalaman yang didapat selama kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman, serta menginspirasi teman-teman mentor dan mentee yang lain.” Achmad Husain, S. Ag., M. Sos. (Kabid Pembinaan dan Pengamalan AIK Mahasiswa)
Keberangkatan dimulai pada 12 April 2026 dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandara Internasional Kuala lumpur. Para peserta mengunjungi KLCC (Kuala Lumpur City Centre) sebelum singgah ke penginapan.
Mentor dan Mentee berprestasi mengikuti International Conference pada kegiatan Global Inbound Mobility Program di Universiti Malaya. Para peserta memaparkan Presentasi dan materi sesuai tema kegiatan yang diangkat pada konferensi ini. Dilanjutkan mengunjungi beberapa destinasi wisata Petaling Street mencoba berbagai sajian dan pernak-pernik khas Negeri Jiran.
Di hari berikutnya banyak kegiatan yang diadakan pada program Global Inbound Mobility dan mengunjungi beberapa destinasi wisata, mulai dari Museum sampai Batu Caves.
Global Inbound Mobility ditutup dengan kegiatan Closing Ceremony serta International Culture Performance yang menampilkan pertunjukan seni dari masing-masing delegasi perguruan tinggi yang hadir.
Program internasional ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa tentang budaya dan keberagaman, tetapi juga memperkuat jejaring Muhammadiyah di luar negeri.



