Islam merupakan sistem kehidupan yang sempurna karena mengandung prinsip-prinsip yang fundamental dalam mengatur segala aspek kehidupan manusia yang perlu di implementasikan dalam kehidupan. Salah satu implementasi dari ajaran agama Islam adalah bekerja.
Bekerja adalah segala aktivitas dinamis yang mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan dalam mencapai tujuannya tersebut manusia berupaya dengan penuh kesungguhan mewujudkan prestasi yang optimal sebagai bukti pengabdian diri kepada Allah SWT.
Agama Islam adalah agama serba lengkap, yang di dalamnya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik kehidupan spiritual maupun kehidupan material termasuk di dalamnya mengatur masalah bekerja.
Al-Qur’an dan Hadis sebagai landasan dan petunjuk kehidupan menganjurkan kepada manusia, khususnya umat Islam agar memacu diri untuk bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin, sehingga dapat meraih sukses dan berhasil dalam menempuh kehidupan dunianya di samping kehidupan akhiratnya
Seseorang dituntut untuk bekerja secara profesional dan terampil agar dapat menghasilkan kualitas kerja yang baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seorang dikatakan profesional jika ia mahir dalam bidang pekerjaannya dimana ia mendapatkan penghasilan dari sana. Dalam Islam, profesionalisme semakna dengan ihsan dan itqon yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ajaran Islam memotivasi umat Islam untuk kerja yang professional dalam berbagai sisi kehidupan dan berbagai sarana kerja.
Sifat profesionalisme ini di gambarkan dalam al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 84 yang Artinya:
Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masingmasing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
Pada ayat diatas, dikemukakan bahwa setiap orang beramal dan berbuat sesuai dengan kemampuan. Artinya, seseorang harus bekerja dengan penuh ketekunan dengan mencurahkan seluruh keahliannya. Jika seseorang bekerja sesuai dengan kemampuannya, maka akan menghasilkan pekerjaan yang optimal.
Hal ini didukung oleh sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa:
“Sesungguhnya Allah SWT mencintai jika seorang dari kalian bekerja, maka ia itqan (professional) dalam pekerjaannya.”(H.R. Baihaqi dari Aisyah r.a).
Hal ini semakin menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang meletakan dan menekankan nilai-nilai profesionalitas dalam setiap pekerjaan yang dilakukan oleh umatnya.
Seorang pekerja yang ikhlas dan profesional adalah ciri insan yang cerdas, ahli dalam pekerjaannya, mampu menunaikan tugas yang diberikan kepadanya secara sempurna, dan diiringi adanya perasaan selalu diawasi oleh Allah dalam setiap pekerjaannya, semangat yang penuh dalam meraih keridhaan Allah dibalik pekerjaannya.
Jika setiap dari kita melandaskan pekerjaan kita seperti halnya di atas, maka kita akan bekerja seperti tidak membutuhkan adanya pengawasan dari manusia, berbeda dengan orang yang melakukan pekerjaan karena takut manusia, sehingga akan menghilangkan berbagai sarana yang ada, melakukan penipuan terhadap apa yang dapat dilakukan. Adapun pegawai yang mukhlis, adalah mereka yang bekerja dibawah perasaan adanya pengawasan oleh Dzat yang tidak pernah lengah sedikitpun, dan tidak ada yang tersembunyi atas apa yang tersembunyi di dalam bumi dan di langit.
Semoga kita semua termasuk hambaNya yang mukhlis, bekerja dengan kesungguhan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keprofesionalan, sehingga apa yang kita dapat dari pekerjaan kita, menjadi keberkahan bagi keluarga kita. Amin




