Shalat merupakan salah satu sarana utama dalam hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Shalat dapat dikatakan sebagai sarana komunikasi yang intens bagi manusia dengan Allah swt. Karena ketika kita shalat, tidak ada sekat atau pembatas apapun yang bisa membatasi seorang hamba untuk berkomunikasi dan mengungkapkan seluruh perasaanya kepada Allah swt. Kita tidak perlu perantara, tidak perlu berstatus tinggi untuk melakukannya. Allah akan tetap menerima kehadiran hambanya dengan terbuka walaupun ia orang miskin, orang kaya, orang berkebutuhan khusus, bahkan seorang pendosa besar.
Bahkan Rasulullah dalam sebuah hadist menegaskan bahwa shalat menjadi pembeda yang tegas antara orang muslim dengan orang kafir. “Perjanjian antara kami dengan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat, barang siapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”(HR. Ahmad Abu Daud, At-Tarmidzi, An-Nasa’I, dan Ibnu Majah). Sejalan dengan hadist tersebut, Ummar bin Khattab juga mengatakan “Tidak ada islam bagi seseorang yang tidak menegakkan shalat”.
Maka tidak mengherankan lagi, bahwa shalat menjadi sesuatu yang wajib dilakukan bagi umat islam. Dan islam juga bukan agama yang memberatkan, yang mewajibkan bagi seluruh pemeluknya untuk melakukan shalat diawal waktu. Islam memberikan keringanan berupa memperbolehkan untuk mengulur waktu shalat kepada seluruh pemeluknya, tetapi dengan syarat yaitu karena ada suatu keadaan yang darurat. Seperti tidak ada air, menunggu jamaah, tabrid, mendahulukan berbuka puasa, karena makanan sudah tersaji, dan menahan buang air).
Walaupun begitu adanya, shalat akan lebih baik dan utama jika dilaksanakan pada awal waktu. Ini sejalan dengan sabda Rasulullah dalam suatu riwayat dari Ibnu Mas’ud, “Amalan yang paling afdal (utama) adalah mendirikan shalat (lima waktu) diawal waktu.” (HR Imam Tirmidzi).
Alasan lainnya yaitu karena tidak bagus bagi kita menunda-nunda suatu kewajiban dimana salah satunya adalah ibadah shalat. Kedua, Allah memberikan kutamaan khusus bagi seluruh hambanya jika mereka mau melaksaakan shalat diawal waktu.
Seorang hamba dapat membuktikan kecintaannya kepada Allah swt. dengan cara melakukan shalat diawal waktu. Dan dengan melakukan ini, kita juga akan dicintai oleh Allah swt.
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat pada waktunya, berbakti kepada orang tua dan berjihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Allah telah menjanjikan surga kepada seluruh umatnya yang senantiasa menyegarakan shalat ketika sudah tiba waktunya. Kehidupan yang indah dan bahagia itu telah Allah persiapkan bagi hamba-Nya yang senantiasa berada di jalan-Nya.
Rassulullah SAW bersabda: bahwa Allah Ta’ala berfirman “Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu, dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukannya kedalam surge, dan barang siapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang aku janjikan” (diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Qatadah bin Rib’iy).
Orang yang shalat tepat waktu, berarti dia telah memprioritaskan Allah, karena itu orang yang seperti ini yang telah menghadap Allah dengan ikhlas akan digugurkan dosanya layaknya daun yang berguguran dari pohonnya.
“Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daun dari pohonnya.” (HR Ahmad)
Rasulullah SAW bersabda: “… Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengatahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah ra)
Bagi seluruh umat islam yang selalu mengerjakkan shalat tepat waktu dalam lima waktu, maka Allah akan memuliakannya dengan memberikan sembilan kemuliaan. Usman bin ‘Affan RA pernah berkata bahwa sembilan kemuliaan yang dimaksud adalah dicintai Allah, rumahnya diberkahi, badannya selalu sehat, keberadaanya selalu dijaga malaikat, hatinya dilunakkan oleh Allah, wajahnya menampakkan jatidiri orang shalih, dipermudah saat akan menyeberang Shirath (jembatan diatas neraka) seperti kilat, diselamatkan Allah dari api neraka, dan Allah akan menempatkannya di surga kelak serta bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati.
Abdul Aliyah mengatakan, “Aku akan berpergian beberapa hari untuk menemui seseorang, dan yang pertama kali kulihat darinya adalah shalatnya. Jika ia mendirikan shalat dengan sempurna dan tepat waktu, maka aku akan bersamanya dan mengambil ilmu darinya. Jika kutemukan ia tidak mempedulikan shalat, maka aku akan meninggalkannya dan mengatakan pada diriku bahwa swlain daripada itu (shalat), pastilah dia lebih tidak peduli lagi.”
Penulis: Alfin Sulistya Faoziah



