EMOTIONAL INTELLIGENCE DI DUNIA KERJA

Kecerdasan emosi memiliki peran dan pengaruh yang tinggi dalam dunia pekerjaan. Konsep emotional intelligence pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Peter Salovey dan John Mayer di sebuah artikel pada tahun 1990 yang kemudian populer lewat buku yang ditulis oleh Daniel Goleman Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQBiasanya, Intelligent Quotient (IQ) dijadikan sebagai tolak ukur kecerdasan dan kesuksesan seseorang. Faktanya, tes IQ saja tidak cukup untuk menggambarkan hal tersebut.

Kecerdasan Emosional menyumbang 80% dari faktor penentu kesuksesan seseorang, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual (Goleman, Daniel, Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ). Secara sederhananya baik atau tidaknya pekerjaan yang kamu lakukan secara tidak langsung dipengaruhi oleh kualitas kecerdasan emosional yang kamu miliki. Yuk Kenali Pemahaman tentang kecerdasan emosional dan cara meningkatkannya! Sebelum membahas lebih jauh mengenai kecerdasan emosional mari kita pahami pengertiannya terlebih dahulu.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam memakai dan memahami emosi orang lain dan diri sendiri dengan tujuan meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Contoh : seseorang dengan kecerdasan emosional yang baik mampu mengontrol emosi saat marah dan peka terhadap perasaan orang lain.

Didalam kesuksesan kerja, kecerdasan intelektual menyumbang 4%. Misalnya kemampuan akademik bawaan, nilai tes dan kelulusan perguruan tinggi tidak bisa mengukur seberapa baik kinerja atau kesuksesan yang akan dicapai. Sedangkan kecakapan misalnya empati, disiplin, jujur inisiatif dapat mempengaruhi kesuksesan kerja.

Menurut Goleman kecerdasan emosional adalah mampu mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain, seperti bisa memotivasi diri sendiri dan bisa mengelola emosi dengan baik kepada diri sendiri dan orang lain, sehingga terjalin hubungan kerjasama yang baik.

5 Indikator Kecerdasan Emosional menurut Daniel Goleman :

  1. Self Awareness (Kesadaran Diri), yakni kemampuan untuk mengenali emosi diri sendiri.
  2. Self Regulation (Pengaturan Diri), yakni kemampuan untuk mengatur dan mengelola emosi diri sendiri.
  3. Self Motivation (Motivasi Diri), yakni kemampuan memotivasi diri sendiri dalam melakukan atau mencapai sesuatu.
  4. Empathy (Memahami Perasaan Orang Lain), yakni kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi orang lain dengan berbagai perspektif.
  5. Social Skills (Keterampilan Sosial), yakni kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang baik dan positif dengan orang lain.

Sebuah penelitian mengemukakan bahwa, jika dibandingkan dengan kemampuan akademik emotional intelligence yang tinggi akan lebih berdampak pada ketahanan kesehatan fisik dan mental serta dapat memengaruhi kesuksesan di dunia pekerjaan.

Tanda Rendahnya Kecerdasan Emosional Seseorang  dalam Dunia Kerja

  1. Tidak mampu mengendalikan emosi saat berinteraksi dengan rekan kerja.
  2. Sulit dalam mengambil keputusan yang baik karena dipengaruhi oleh persaan negatif.
  3. Mudah marah atau frustasi saat menghadapi masalah di tempat kerja.
  4. Kesusahan bekerja sama dengan rekan kerja karena tidak mampu mengelola perasaan.
  5. Menyalahkan orang lain atau situasi saat terjadi masalah di tempat kerja.
  6. Sulit mengejar target karena mudah putus asa/tidak percaya diri.
  7. Mudah merasa cemas atau stres saat menghadapi situasi yang tidak biasanya.
  8. Enggan menerima kritik atau masukan dari rekan kerja atau atasan.
  9. Sering tidak puas/tidak bahagia dengan pekerjaan yang dilakukan.
  10. Sulit mengejar karier yang diinginkan karena tidak mampu mengelola emosi dengan baik.

Hikmah Meningkatkan Kecerdasan Emosional:

  1. Dapat memanajemen stres
  2. Dapat memunculkan rasa ingin tahu yang besar
  3. Mempelajari kemampuan diri sendiri terhadap waktu
  4. Belajar berhenti ketika sudah waktunya berhenti
  5. Melatih kemampuan berpendapat dan merespon orang lan
  6. Belajar menempatkan diri
  7. Belajar bersyukur

Orang yang cerdas secara emosional akan berusaha keras untuk menemukan sesuatu yang dapat mereka syukuri.

Penulis: Nur Khasanah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *