Tujuan hidup didunia tidak lain dan tidak bukan hanyalah sebagai abdi Allah, khalifatu-l- fill ardhi. Selain itu manusia juga akan selalu senantiasa berusaha agar menjadi orang yang sukses, baik di dunia maupun di akhirat. Untuk menggapai kesuksesan tidak hanya usaha yang ia handalkan, namun juga dengan segala rasa tawakal atau berserah dirilah ia mampu menggapai kesuksesan itu. Adanya korelasi hubungan antara takwa, tawakal dan kesuksesan saling berkaitan, dengan kehendak Allah SWT kesuksesan akan lebih mudah tercapai. Oleh karena itu, perlu dipahami hakekat dari takwa dan tawakal itu sendiri agar mampu dilaksanakan oleh setiap manusia yang menginginkan sebuah kesuksesan.
Takwa merupakan asal kata dari bahasa arab yang artinya tunduk dan patuh. Dalam istilah diartikan segala kepatuhan dan ketundukan yang ditunjukan kepada sang pencipta, ditandai dengan menjalankan segala apa-apa yang diperintahkannya dan menjauhi segala yang diharamkannya. Kata takwa sangat mudah untuk diucapkan, akan tetapi sulit untuk dilaksanakan, karena banyaknya godaan serta tantangan terutama musuh terbesar dalam diri sendiri yaitu hawa nafsu. Dalam surat Al-Baqoroh ayat 103.
“Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan Sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.” ( Q.S.Al-Baqoroh : 103 )
Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang bertakwa akan mendapatkan kedudukan yang baik, yaitu dengan pahala dari Allah SWT. Takwa harus dilaksanakan secara istiqomah, dilaksanakan secara berkesinambungan. Didasari dengan ikhlas hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT.
Setelah seseorang selalu bertakwa kepada Allah SWT, ia harus selalu senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu suatu hasil pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Seseorang jika ia berusaha untuk mewujudkan sesuatu, ia sudah berusaha dengan semaksimal mungkin, hendaknya selalu bertawakal kepada Allah SWT, menyerahkan sepenuhnya hasil kepada sang pencipta, dengan diiringi doa dan ketakwaan. Karena Takwa dan tawakkal merupakan faktor terbesar keberhasilan seseorang dalam perjuangan hidupnya, termasuk dalam belajar. tidak dibenarkan hanya mengandalkan kemampuan dan kecerdasannya semata, karena itu merupakan kesombongan nyata, tetapi harus bersandar kepada yang Maha Pemberi kekuatan dan kecerdasan yaitu Allah SWT. Tentu saja takwa dan tawakkal yang benar tidak pernah meninggalkan usaha dan mengambil sebab-sebab yang semestinya. Seperti kutipan dalam kitab Daliluttafawwuq
“ Hubungan baikmu dengan Allah merupakan faktor terbesar keberhasilanmu “
Oleh karena itu, hendaknya kita selaku hamba Allah senantiasa Ridho Allah sebagai prioritas utama, ketika ridho Allah sudah kita dapatkan maka kesuksesan akan selalu berpihak kepada orang-orang yang dikehendaki Allah SWT. Dan hendaknya kita selalu bertakwa dnegan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta senantiasa berserah diri kepada Allah SWT. Pecaya sepenuhnya bahwa Allah sang pemilik segala apa yang ada di bumi dan apa yanga ada di akhirat.
Penulis: Bayu Dwi Cahyono, M.Pd.




