Purwokerto – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat ideologi dan kepemimpinan Muhammadiyah melalui kegiatan IDEOPOLITOR Pimpinan UMP yang digelar pada Kamis, 16 Ramadan 1447 H bertepatan dengan 5 Maret 2026 M. Kegiatan berlangsung di Aula Syamsuhadi Irsyad, Gedung AR Fachrudin UMP Tower lantai 10, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Forum strategis ini menghadirkan sejumlah tokoh penting Muhammadiyah, yakni Dr. Bachtiar Dwi K dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarta, M.Ag. dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dodok Sartono, M.M. selaku Sekretaris PWM Jawa Tengah, serta Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso.
Kegiatan IDEOPOLITOR menjadi ruang penguatan wawasan ideologi, politik organisasi, dan kepemimpinan bagi pimpinan di lingkungan UMP. Dalam suasana Ramadan yang penuh refleksi, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik dan organisatoris, tetapi juga momentum memperdalam spirit gerakan Muhammadiyah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menegaskan pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah bagi para pimpinan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus Muhammadiyah tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus kokoh dalam nilai, arah perjuangan, dan integritas kepemimpinan.
“UMP harus tumbuh sebagai kampus berkemajuan yang tetap berpijak kuat pada nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Karena itu, pimpinan harus memiliki wawasan ideologi yang matang agar mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya profesional, tetapi juga bernilai dakwah,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Bachtiar Dwi K menyoroti pentingnya kaderisasi kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa tantangan gerakan saat ini membutuhkan pimpinan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki loyalitas ideologis dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial.
Menurutnya, penguatan ideologi harus terus dilakukan agar Muhammadiyah tetap mampu menjadi gerakan Islam yang mencerahkan dan relevan di berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan tinggi.
Hal senada disampaikan Dr. H. Agung Danarta, M.Ag. yang mengingatkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam menjaga arah gerakan persyarikatan. Kampus, kata dia, harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pusat pembinaan karakter dan moralitas bangsa.
Adapun Dodok Sartono, M.M. menekankan pentingnya sinergi antara pimpinan universitas dengan struktur persyarikatan Muhammadiyah di tingkat wilayah maupun daerah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menjadi energi besar dalam membangun Muhammadiyah yang semakin maju dan berdampak luas bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti diskusi dan menyimak berbagai gagasan yang disampaikan narasumber. IDEOPOLITOR Pimpinan UMP pun menjadi ruang refleksi bersama tentang arah kepemimpinan dan masa depan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini, UMP kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga serius dalam membangun kepemimpinan yang berkarakter, ideologis, dan berorientasi pada kemajuan umat serta bangsa.




