MEMBANTU YANG TERTIMPA MUSIBAH

Musibah tak ada yang menduga. Datangnya secara tiba-tiba. Karena itu, bagi kaum Mukmin, setiap musibah harus dihadapi dengan keimanan. Ingatlah, tak ada satu pun musibah yang terjadi melainkan atas kehendak Allah subhanahu wa taala. Allah subhanahu wa taala berfirman:

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa kecuali dengan izin (kehendak) Allah (QS at-Taghabun [64]: 11).

Dengan kata lain, musibah adalah bagian dari qadha’ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS al-Hadid ayat 22 “Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah.”

Maka, sikap seorang Muslim terhadap qadha’ Allah subhanahu wa ta’ala adalah ridha. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh besarnya pahala itu seiring dengan besarnya ujian. Sungguh jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Siapa saja yang ridha, untuk dia keridhaan itu. Siapa yang benci, untuk dia kebencian itu”.  (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Baihaqi).

Karena merupakan qadha’, musibah harus dihadapi dengan kesabaran. Allah subhanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang selalu sabar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (QS al-Baqarah [2]: 155).

Tak hanya itu, kita pun harus selalu bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Katakanlah, “Tidak akan pernah musibah menimpa kami kecuali yang telah Allah tetapkan untuk kami. Dialah (Allah) Pelindung kami.” Hanya kepada Allahlah kaum Mukmin bertawakal (TQS at-Taubah [9]: 51).

Musibah adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan manusia. Kapan pun atau di mana pun, bencana alam seperti gempa bumi, longsor, tsunami, banjir bandang, angin putting beliung atau musibah yang lain, bisa saja mengubah segalanya dalam sekejap. Salah satu nilai yang paling murni dalam kemanusiaan adalah sikap empati dan gotong royong dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Kejadian yang kita ketahui dan kita saksikan sekarang ini menunjukkan pentingnya bagi kita untuk saling tolong menolong orang yang tertimpa musibah, ialah dengan menolong saudara-saudara kita para korban bencana, semampu kita masing-masing.

Penting untuk Membantu yang Tertimpa Musibah!

Sebagai sesama manusia kita mempunyai empati. Disamping itu beberapa alasan yang memperkuatnya yakni:

  1. Moralitas dan Solidaritas: Menolong orang yang tertimpa musibah adalah bentuk solidaritas dan moralitas yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai manusia, kita peduli satu sama lain. Kita merasa tanggung jawab untuk membantu mereka yang sedang menderita.
  2. Rekonstruksi dan Pemulihan: Dalam situasi seperti tanah bergerak, longsor, gempa bumi kecelakaan, atau musibah yang lain, bantuan dari luar sangat penting untuk memulihkan wilayah dan daerah yang terkena dampak. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur umum penting lainnya.
  3. Mengurangi Penderitaan: Musibah seringkali mengakibatkan penderitaan yang tak terbayangkan. Orang yang kehilangan rumah, keluarga, atau bahkan nyawa mereka, membutuhkan dukungan. Membantu mereka dengan memberikan bantuan materi dan moral dapat mengurangi beban mereka.
  4. Pembelajaran dan Kesiapan Masa Depan: Menghadapi musibah seperti gempa bumi bergerak, longsor, adalah pelajaran berharga bagi semua orang.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam setiap aktivitas kehidupan, manusia selalu membutuhkan orang lain. Oleh karenanya, diperlukan kehidupan yang harmonis dengan saling membantu dan memudahkan urusan orang lain. Ketika kita bisa menjadi jiwa yang baik dan mampu memberi jalan kemudahan bagi kesulitan orang lain, maka Allah pun akan memberikan balasan berupa kemudahan pada kesulitan yang kita hadapi baik di dunia maupun di akhirat.

Oleh: M. Alfian N. Azmi, S.T., S.Ud., M.Sos