Purwokerto – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar kegiatan rutin Silaturahmi, Pengajian, dan Pembinaan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) bagi dosen dan pegawai pada Jumat, 21 November 2025, bertempat di Masjid KH. Ahmad Dahlan, Kampus 1 UMP. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengusung tema besar:
“Implementasi AIK: Sinergi Pimpinan dan Sivitas Akademika UMP dalam Mewujudkan Kampus Berkemajuan.”
Acara dibuka dengan murajaah hafalan Al-Qur’an Juz 30 yang dipimpin oleh Tim Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI). Lantunan ayat-ayat suci yang menggema di masjid memberikan nuansa spiritual yang kuat dan menjadi pengantar yang meneduhkan untuk memasuki inti kegiatan pembinaan.
Turut hadir Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, yang memberikan sambutan dan arahan bagi seluruh dosen dan pegawai. Dalam pesannya, beliau menegaskan pentingnya rasa syukur atas amanah bekerja di lingkungan UMP serta mengajak sivitas akademika untuk selalu menghadirkan niat ibadah dalam setiap aktivitas.
“AIK harus menjadi pondasi utama dalam bekerja. Dengan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan yang kuat, kita akan mampu mewujudkan UMP sebagai kampus yang Unggul, Modern, dan Islami,” tegas Rektor.
Beliau juga menekankan bahwa implementasi AIK tidak hanya sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai ruh yang membimbing seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dalam bekerja, melayani mahasiswa, serta mengabdi untuk kemajuan universitas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi inti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sutrisno dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep implementasi AIK secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi, terutama pentingnya sinergi antara pimpinan dan seluruh sivitas akademika.
“AIK tidak dapat berjalan optimal jika hanya menjadi tugas satu bagian. Ia harus menjadi gerakan bersama — kolaborasi antara pimpinan, dosen, pegawai, hingga mahasiswa — agar UMP benar-benar menjadi kampus berkemajuan yang melahirkan insan akademis, islami, dan berkarakter,” jelasnya.
Seluruh peserta tampak antusias menyimak berbagai penguatan dan strategi implementasi AIK yang disampaikan, mulai dari integrasi nilai Islami dalam layanan akademik, budaya kerja yang berakhlak, sampai peran penting keteladanan pimpinan sebagai energi utama perubahan.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah, mempererat ukhuwah antarpegawai dan dosen UMP. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi penanda bahwa pembinaan AIK bukan hanya forum belajar, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas dan komitmen bersama.
Melalui kegiatan ini, UMP kembali menegaskan jati dirinya sebagai kampus yang terus berkembang dengan nilai-nilai AIK sebagai fondasi utama, menggerakkan seluruh sivitas akademika menuju universitas berkemajuan yang unggul, modern, dan Islami.




