Pertanyaan yang dikonsultasikan :
Assalamualaikum Ustadz…
Afwan saya mau bertanya. Adakah anjurannya ketika berdoa kita harus membalikkan telapak tangan seperti sedang menolak sesuatu gitu Ustadz?
Jawaban:
Wa’alaikumussalam wr wb.
Saudara penanya yang semoga dirahmati Alloh SWT.
Di dalam Islam, doa mempunyai kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan di dalam hadis Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Doa itu adalah otak ibadah”. (HR. Tirmidzi).
Allah sangat menyukai hamba-Nya yang banyak berdoa kepada-Nya. Dengan berdoa, seorang hamba sedang mengagungkan Allah, bersandar, berharap, dan memohon kepada-Nya.
Namun, dalam berdoa kita harus memperhatikan adab-adabnya.
Di antara adab dalam berdoa adalah dengan menengadahkan kedua telapak tangan. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya :
“Sesungguhnya Tuhan kalian Alloh SWT Maha Pemalu dan Maha Pemurah, malu terhadap hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya lalu dikembalikannya dalam kondisi kosong (tidak diterima doanya)”. (HR. Abu Daud, hadis no. 1488)
Dan pada umumnya ketika kita berdoa yaitu dengan menengadahkan kedua telapak tangan kita, dengan posisi kedua telapak tangan di atas menghadap ke langit dan punggung telapak tangan kita diarahkan ke bumi, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya :
“Jika kalian meminta kepada Allah, maka pintalah dengan telapak tangan kalian, jangan memintanya dengan punggung tangan kalian”. (HR. Abu Daud, hadis no. 1486).
Di antara hikmahnya adalah menunjukkan kelemahan dan kerendahan hati seperti seorang peminta-minta yang menengadahkan kedua telapak tangannya untuk mendapatkan pemberian dari orang lain.
Akan tetapi, ketika kaum muslimin dalam kondisi tertimpa bala atau wabah, maka dianjurkan berdoa dengan membalikkan kedua telapak tangan.
Hal itu berdasarkan hadis dari Anas bin Malik ra. Berkata : “sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat Istisqa (shalat meminta hujan) maka beliau mengisyaratkan (mengangkat) kedua punggung telapak tangannya ke langit.” [HR. Muslim, Ahmad dan Al-Baihaqi].
Hadits Anas bin Malik ini juga diriwayatkan oleh Abu Daud dengan redaksi yang sedikit berbeda,
Dari Anas bin Malik berkata, “sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat Istisqa (shalat meminta hujan) seperti ini, yaitu dengan cara mengulurkan (mengangkat) kedua tangannya dan menjadikan kedua telapak tangannya mengarah ke tanah sampai aku melihat putih kedua ketiaknya.” (HR. Abu Daud).
Berdoa tolak bala dengan posisi kedua telapak tangan terbalik ini juga dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullahu,
“Sekelompok sahabat kami dari kalangan ulama bermadzhab Syafi’i dan yang lainnya berkata, Yang Sunnah dalam setiap kali berdoa tolak bala dari hal-hal seperti kemarau dan semisalnya ialah mengangkat kedua tangan dan menjadikan punggung kedua telapak tangannya ke arah langit. Adapun saat berdoa meminta sesuatu dan mengharapkan sesuatu, maka hendaknya menengadahkan kedua telapak tangannya ke langit. Hal ini disandarkan pada hadits ini”. (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj, Darul Ma’rifah, 3/430).
Hal senada juga disebutkan oleh Al Khatib As Syarbini dalam kitab Mughni Al Muhtaj, jilid 1, h. 325:
“Demikianlah sunnah bagi setiap yang berdoa untuk mengangkat bala dengan menjadikan punggung tangannya ke langit, dan jika memohon sesuatu sebaliknya dengan mengarahkan telapak tangannya ke langit. Hikmahnya adalah tujuannya untuk menolak bala, berbeda dengan yang bertujuan untuk mendapatkan sesuatu hendaknya ia arahkan telapak tangannya ke langit.”
Maka dengan demikian dapat difahami bahwa doa tolak bala dengan membalikkan telapak tangan bukanlah perkara tanpa dalil, bahkan hal itu adalah sunnah Nabi SAW berdasarkan petunjuk dalil di atas dan juga penjelasan para ulama yang muktabar.
Wallohu a’lam bisshowaab.
(MM)



