Purwokerto – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Masjid KH. Ahmad Dahlan, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), pada Jumat pagi, 24 Oktober 2025. Seluruh dosen dan karyawan UMP berkumpul dalam kegiatan Silaturahmi, Pengajian, dan Pembinaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang mengangkat tema reflektif: “Lelah Mencari Harta, Lupa Mencari Berkah.”
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, mulai dari Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH), serta para Wakil Rektor I, II, III, dan IV. Kegiatan dibuka dengan sosialisasi Program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMP 2026 oleh Dr. Yudha Febriana, Kepala Biro Publikasi dan Admisi.
Dalam paparannya, Dr. Yudha menyampaikan perkembangan terkini mengenai jumlah program studi dan proyeksi PMB tahun 2026. Ia juga menjelaskan berbagai jalur penerimaan yang ditawarkan, mulai dari jalur beasiswa unggul, jalur rapor, CBT, hingga nilai SNBT.
Selain itu, ia menyampaikan jadwal penerimaan mahasiswa baru yang terbagi menjadi tiga gelombang — Gelombang 1 (Oktober–Maret), Gelombang 2 (April–Juni), dan Gelombang 3 (Juli–September) — serta pengumuman penting terkait program beasiswa yang akan dibuka pada 18 November 2025.
Setelah sesi sosialisasi, acara dilanjutkan dengan arahan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan AIK, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pembinaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.
“Pembinaan AIK bukan sekadar kegiatan rutin, tapi bagian dari pembentukan karakter Islami yang harus terus menguat, terutama bagi para pimpinan dan dosen. Ke depan, pengajian akan lebih difokuskan pada pembinaan AIK bagi pimpinan,” ujarnya.
Sebagai puncak acara, tausiyah disampaikan oleh Ustaz Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A. dengan pesan penuh makna. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diberikan Allah adalah bentuk keberkahan, bukan sekadar harta untuk dikumpulkan.
“Kerja adalah kewajiban, dan lelah dalam bekerja bisa menjadi tameng dari api neraka,” ungkapnya.
Ustaz Mintaraga juga menegaskan bahwa kekayaan dan kemiskinan keduanya merupakan ujian keimanan. “Harta bukan milik kita, melainkan milik Allah. Kita hanya mempunyai hak pakai, bukan hak milik,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan suasana kebersamaan yang hangat. Melalui kegiatan ini, UMP kembali meneguhkan komitmennya untuk menyeimbangkan antara semangat profesionalitas dan nilai-nilai spiritualitas Islam. Semangat mencari berkah di tengah lelah bekerja menjadi pesan yang menggugah bagi seluruh peserta untuk terus menghadirkan nilai ibadah dalam setiap aktivitas sehari-hari. (By)



