Universitas Muhammadiyah Purwokerto memahami kebutuhan spiritual merupakan hak semua orang. UMP sebagai bagian dari persyarikatan Muhammadiyah memahami bahwa memberikan kesempatan bagi pegawainya (dosen dan karyawan) memenuhi kebutuhan spiritual adalah penting. Di bulan ramadhan ini UMP menambah satu kegiatan keagamaan bagi pegawainya yaitu itikaf. Penyelenggaraanya sudah masuk tahun kedua, Dimulai dari hari selasa (23/7), dilakukan selama 3 hari 2 malam dalam pengawasan Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMP.
Acara dibuka langsung oleh Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH. Rektor mengingatkan agar setiap peserta itikaf dapat mengikuti semua kegiatannya dengan baik. “UMP berkomitmen, tidak hanya peduli pada kebutuhan dunia saja tetapi juga pemenuhan kebutuhan akhirat. Semoga semua peserta dapat menjalani kegiatan ini dengan ikhlas dan sungguh-sungguh,“ katanya. Rektor juga menjelaskan, melalui itikaf ini semua pegawai UMP, “Mendapatkan materi yang berhubungan dengan ketauhidan, fikih ibadah, kemuhammadiyahan dan etos kerja,“ tambahnya.
Di kesempatan terpisah, Wakil Ketua 1 Badan Pembina Harian (BPH), Ir. H. Badi Nguzaman UMP meyakinkan bahwa itikaf ini perlu dilakukan untuk membersihkan diri. “Allah swt menganugerahkan malam lailatul qadar bagi hamba yang Istiqomah beribadah. Tingkat keimanan kita harus semakin bertambah,“ ujarnya. Salah satu peserta itikaf, Aniqoh Wardati SH, mengatakan, UMP memiliki tujuan yang baik melalui penyelenggaraan itikaf, “Ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas beribadah dalam bulan puasa, dapat mengurangi hal sia-sia yang dapat mengurangi nilai ibadah, “ tuturnya.


