Tentu kita pernah mendengar ajakan untuk berbuat baik kepada sesama, entah itu dari orang tua, guru, atau pemuka agama. Pernahkah muncul di benak kita, soal mengapa kita harus berbuat baik kepada sesama? Apa manfaat melakukan kebaikan tersebut, untuk mendapatkan pahala atau balasan perbuatan baik? jika mengingat ayat Al-Qur’an, ajakan untuk berbuat baik kepada sesama itu lebih dari sekadar upaya mendapat pahala maupun balasan.
Hanya kebaikan yang bisa dibawa pulang ke akhirat sebagai bekal. Sebanyak apa pun harta dan atau setinggi apa pun jabatan atau kedudukan tidak akan berguna ketika belum dikonversi menjadi kebaikan atau pahala. Kebaikan sangat dibutuhkan semua orang tanpa mengenal kasta. Yang alim butuh kebaikan yang bodoh apalagi. Yang kaya butuh kebaikan, demikian pula yang miskin. Yang hidup butuh kebaikan agar mudah menjalani hidup, apalagi yang sudah meninggal, kebaikan menjadi garangsi keselamatannya dari ancaman siksa neraka. Sehingga tidak ada seorang pun yang bisa meremehkan kebaikan dalam hidupnya jika tidak ingin sengsara selamanya. Tak aneh jika Nabi saw secara khusus mengajarkan doa minta kebaikan.
“Telah menceritakan kepada kami (Muhammad bin Hatim) telah menceritakan kepada kami (‘Ammar bin Muhammad) anak saudari Sufyan Ats Tsauri, telah menceritakan kepada kami (Al Laits bin Abu Sulaim) dari (Abdullah bin Sabith) dari (Abu Umamah) ia berkata; Rasulullah saw berdoa dengan banyak doa, kami tidak hafal sesuatu pun darinya. Kami katakan; Wahai Rasulullah, Anda berdoa dengan doa yang banyak, kami tidak hafal sedikit pun darinya. Kemudian beliau bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang menggabungkan hal itu semua? Engkau ucapkan; “Ya Allah, kami memohon diantara kebaikan apa yang diminta NabiMu Muhammad, dan kami berlindung dari keburukan yang NabiMu Muhammad saw meminta perlindungan kepadanya, Engkau Tempat meminta pertolongan, dan Engkaulah tempat mengadu, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali karena pertolongan-Mu.” (HR. Tirmidzi). Dari Ummul Mukmini ‘Aisyah ra, Rasulullah saw mengajarkan doa berikut ini :
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda, apa yang aku ketahui maupun tidak aku ketahui.” (HR. Ibnu Majah, dan Ahmad. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Kebaikan sangatlah berharga dibanding segalanya bagi seorang muslim,sehingga harus diusahakan semaksimal mungkin selama kesempatan hidup masih ada. Mengumpulkan kebaikan lebih penting darpada mengumpulkan harta benda atau isi dunia lainnya. Bahkan semua jerih usaha dalam mengumpulkan isi dunia tujuan akhirnya adalah untuk dijadikan kebaikan. Sangat tertipu dan rugi besar manakala seorang muslim hanya berhenti untuk mengumpulkan isi dunia saja. Didalam beramal mengumpulkan kebaikan, tidak boleh merasa lelah dan letih. Tapi harus istiqomah dan sesegera mungkin dengan tidak menunda -nundanya. Allah Subhanahu wa ta‘ala berfirman menjelaskan bahwa.
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia, tetapi amal kebaikan yang terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. al-Kahfi : 46). Dan Rasulullah saw bersabda menegaskan bahwa keistiqomahan dalam mencari kebaikan lebih Allah Swt cintai.
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta‘ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim). Allah Subhanahu wa ta‘ala kasih kesempatan untuk berbuat kebaikan sepanjang umur masih ada. Namun yang perlu diingat, bahwa jatah umur tersebut bisa diambil sewaktu-waktu. Sehingga hilanglah kesempatan berbuat kebaikan tersebut. Kewaspadaan tinggi perlu ada dalam diri seorang muslim dengan selalu ingin berbuat kebaikan tanpa mengenal lelah. Lebih baik lelah di dunia dengan mengumpulkan banyak kebaikan daripada harus merasakan kelelahan yang sangat dengan mendapatkan siksa yang pedih.
Setiap kebaikan, meskipun kecil bentuknya, akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Begitu pula dengan keburukan, seremeh apa pun bentuknya juga akan mendapat ganjaran. “Barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.”
Jadi, jangan merasa ragu untuk selalu berbuat baik, sekecil apapun itu. Setiap langkah baikmu berarti dan Allah Subhanahu wa ta‘ala pun telah menjanjikan balasan untuk setiap kebaikan yang dilakukan oleh manusia. Semoga kutipan ayat-ayat Al-Qur’an di atas bisa menginspirasimu untuk berbuat baik kepada sesama ya. Mulai tebarkan kebaikan dan beri manfaat bagi sesama.
Penulis : M. Alfian N Azmi, S.T.,S.Ud.,M.Sos.


