Purwokerto – Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memberangkatkan para mentor dan mentee berprestasi untuk mengikuti program LPPI Goes to Malaysia–Thailand pada 27 Agustus–2 September 2025. Program ini menjadi apresiasi bagi mahasiswa yang dinilai aktif dan unggul dalam kegiatan mentoring selama tahun akademik 2024/2025.
Peserta yang terpilih melalui rangkaian seleksi ketat—meliputi tes tulis, wawancara, dan forum diskusi adalah Dimas Ramdani (Agribisnis) sebagai mentor berprestasi 2025 dan Safina Yasmin El Fausta (Pendidikan Agama Islam) sebagai mentee berprestasi 2025. Mereka diberangkatkan bersama Nanik Setyawati (PAI), mentor berprestasi 2024, dan Sulthan Zacky Ibrahim (Keperawatan D3).
Keberangkatan dimulai pada 28–29 Agustus dari Jakarta menuju Kuala Lumpur. Setibanya di Malaysia, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah seperti Batu Caves, KLCC Park, dan Masjid Asy-Syakirin. Mereka juga bersilaturahmi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Salah satu pimpinan PCIM, Pak Muhadjir, berbagi pengalaman tentang tantangan dakwah di Malaysia yang memerlukan izin resmi dari pemerintah setempat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa UMP membuka peluang perluasan jejaring internasional Muhammadiyah. “Program mentor–mentee ini dapat menjadi awal bagi kerja sama dan pembelajaran lintas negara,” ujarnya.
Pada 30 Agustus, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Thailand melalui jalur darat. Setelah menempuh perjalanan panjang dan melewati beberapa pos imigrasi, mereka tiba di Songkhla pada 31 Agustus. Di Thailand, peserta mengunjungi Masjid Pusat Songkhla, destinasi wisata Chang Puak Camp, serta area publik seperti taman Song Thale dan ikon naga Songkhla.
Perjalanan juga memberikan pengalaman budaya dan kuliner setempat, terutama ketika rombongan menyusuri wilayah Hat Yai dan menikmati berbagai sajian khas Thailand.
Pada 1 September, peserta kembali menuju Penang, Malaysia. Mereka mengunjungi Penang Market, menikmati kuliner lokal seperti ice kacang, dan kemudian bertolak pulang melalui Bandara Internasional Penang. Rombongan tiba di Jakarta pada malam hari dan melanjutkan perjalanan darat menuju Purwokerto, sebelum akhirnya tiba di kantor LPPI pada 2 September 2025.
Program internasional ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa tentang budaya dan keberagaman, tetapi juga memperkuat jejaring Muhammadiyah di luar negeri. “Terima kasih atas kesempatan luar biasa ini. Semoga LPPI terus memberi manfaat bagi umat,” ungkap salah satu peserta setelah kembali ke Purwokerto.



