Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Kemesraan yang Terlewat: Tentang Anak dan Kedua Orang Tuanya

Akhir-akhir ini banyak tersebar video di jejaring media sosial yang dibuat tidak saja di Indonesia melainkan di negara-negara lain juga. Menggunakan pelbagai alur cerita yang berbeda, semuanya menyampaikan satu inti pesan, tentang hubungan anak dengan orang tua. Salah satu video tersebut mengisahkan bagaimana sang anak selalu disibukkan dengan pekerjaan sehingga kesulitan membagi waktu ataupun merasa tak butuh pulang, hingga tiba-tiba memori masa kecilnya kembali muncul dan mengingatkannya akan kasih sayang sang ibu. Sedangkan video lainnya mengisahkan bagaimana sang ibu hendak dititipkan ke salah satu panti jompo hanya karena telah lanjut usia. Juga kisah-kisah lainnya yang menggambarkan ketidakmesraan, kesenjangan jarak dan komunikasi, kekosongan hati akan rasa rindu, hingga hilangnya kesadaran anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

Selengkapnya: Kemesraan yang Terlewat: Tentang Anak dan Kedua Orang Tuanya

Empat Jenis Manusia

        Dalam hadis sahih Rasulullah SAW bersabda, : "Permisalan ummat ini bagaikan empat orang, yaitu; (pertama), orang yang diberikan oleh Allah berupa harta dan ilmu, kemudian dia membelanjakan hartanya sesuai dengan ilmunya, dan (kedua), orang yang diberikan oleh Allah berupa ilmu dan tidak diberikan harta, lalu ia berkata; "Seandainya saya memiliki seperti yang dimiliki orang itu, niscaya saya akan berbuat seperti yang ia perbuat," maka dalam urusan pahala, mereka berdua sama. Dan (ketiga), orang yang diberi oleh Allah berupa harta dan tidak diberi ilmu, maka ia menyia-nyiakan hartanya dan tidak membelanjakannya bukan kepada jalan

Selengkapnya: Empat Jenis Manusia

Pendidikan Di “Masa Kritis”

 

“Hari ini ibu melepaskanmu untuk menuntut ilmu nak, bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas, akan ada jarak diantara kita, mungkin engkau akan menghadapi sedikit kekagetan dan kesulitan beradaptasi, namun yakinlah bahwa Allah senantiasa ada di dekatmu seandainya engkau selalu menjaga kedekatan denganNya. Hari-hari selanjutnya di rumah, di kamarmu, mungkin ibu hanya akan mendapati suasana yang sepi, ranjang yang kosong, mainan yang tak tersentuh, dan beberapa potong baju yang menurutmu kurang layak untuk dibawa. Keharuan seperti apapun, keikhlasan pasti meringankan beban dan memudahkan jalanmu nak...”. (Ponpes Modern Zam-zam, Ahad 13 Juli 2014).

 

Selengkapnya: Pendidikan Di “Masa Kritis”

Mengenali yang (Seharusnya) Terkasih

Manusia sudah sedemikian banyaknya mempelajari hal di seputar kehidupan, baik yang berkaitan dengan dirinya dan yang di luar dirinya. Manusia akan berusaha mengenali diri sendiri agar tepat dalam mengarahkan hidup. Tak berhenti untuk terus memahami karakter anak agar tepat dalam mengupayakan perkembangannya. Mengenali teman duduk dan rekan kerja agar dapat berpadu dan tak melukai hati. Bahkan mengenali lawan atau musuh, yang tidak sekedar memahami kelemahan untuk mengalahkannya, melainkan agar tetap sanggup bersikap arif memakluminya. Tidak berhenti pada titik itu, manusia memang akan terus penasaran pada objek yang belum dikenalinya. Termasuk pada sosok berikut ini, dan keingintahuan itu akan semakin menjadi ketika mulai hadir dorongan cinta.

Selengkapnya: Mengenali yang (Seharusnya) Terkasih

Berkemaslah, Bawa yang Penting-Penting Saja

“Pikirlah dengan matang, sebentar lagi keretaku menjemputmu. kalau sudah ada ketetapan hati, berkemaslah, bawa yang penting-penting saja”. Kalimat itulah yang 14 tahun yang lalu ditulis oleh seorang pria ketika mengajak menikah kepada seorang wanita. Sebuah pernikahan akhirnya menyatukan dua insan meskipun kadang masih berbeda pula dalam pola pikir, telah mendekatkan dua keluarga meskipun kadang masih berbeda pula dalam budaya, yang jelas selalu membutuhkan usaha, perjuangan dan kesabaran yang lebih besar ketika sebuah bahtera telah mengarungi lautan, ketika layar telah terkembang melintasi samudra kehidupan dengan harapan membawa label rumahtangga sakinah mawaddah wa rahmah.

Selengkapnya: Berkemaslah, Bawa yang Penting-Penting Saja

Kota Mekkah

 

       Tidak ada satu pun kota di dunia ini yang menjadi tempat pertemuan delegasi manusia negara-negara di dunia, kecuali kota Mekkah Al-Mukarromah. Hal itu menunjukkan keutamaan kota tersebut. Sehingga pada setiap musim haji tidak sedikit kaum muslimin dari seluruh dunia berkumpul untuk memenuhi panggilan Allah SWT, yaitu melaksanakan ibadah haji.

Selain musim haji, kota Mekkah selalu ramai dikunjungi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah umrah. Sungguh Allah SWT telah memuliakan kota Mekkah. Di antara keutamaannya yaitu :

Selengkapnya: Kota Mekkah

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239