Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Akhlaq dan Ilmu

 

Agama Islam adalah agama dakwah, berhasil atau tidaknya umat Islam dalam mencapai kualitas hidup baik kehidupan dunia maupun akhirat adalah karena sejauh mana dakwah bisa mengajak umat untuk berbuat kebaikan, memperkuat akidah, akhlak, dan kualitas muamalah yang bisa memberi manfaat untuk sesama. Dan ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana diri mereka punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda “Khairunnas anfa’uhum linnas”“”Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yg paling banyak manfaat bagi orang lain.”” (HR. Thabrani) 

 

Selengkapnya: Akhlaq dan Ilmu

Kemesraan yang Terlewat: Tentang Anak dan Kedua Orang Tuanya

Akhir-akhir ini banyak tersebar video di jejaring media sosial yang dibuat tidak saja di Indonesia melainkan di negara-negara lain juga. Menggunakan pelbagai alur cerita yang berbeda, semuanya menyampaikan satu inti pesan, tentang hubungan anak dengan orang tua. Salah satu video tersebut mengisahkan bagaimana sang anak selalu disibukkan dengan pekerjaan sehingga kesulitan membagi waktu ataupun merasa tak butuh pulang, hingga tiba-tiba memori masa kecilnya kembali muncul dan mengingatkannya akan kasih sayang sang ibu. Sedangkan video lainnya mengisahkan bagaimana sang ibu hendak dititipkan ke salah satu panti jompo hanya karena telah lanjut usia. Juga kisah-kisah lainnya yang menggambarkan ketidakmesraan, kesenjangan jarak dan komunikasi, kekosongan hati akan rasa rindu, hingga hilangnya kesadaran anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

Selengkapnya: Kemesraan yang Terlewat: Tentang Anak dan Kedua Orang Tuanya

Empat Jenis Manusia

        Dalam hadis sahih Rasulullah SAW bersabda, : "Permisalan ummat ini bagaikan empat orang, yaitu; (pertama), orang yang diberikan oleh Allah berupa harta dan ilmu, kemudian dia membelanjakan hartanya sesuai dengan ilmunya, dan (kedua), orang yang diberikan oleh Allah berupa ilmu dan tidak diberikan harta, lalu ia berkata; "Seandainya saya memiliki seperti yang dimiliki orang itu, niscaya saya akan berbuat seperti yang ia perbuat," maka dalam urusan pahala, mereka berdua sama. Dan (ketiga), orang yang diberi oleh Allah berupa harta dan tidak diberi ilmu, maka ia menyia-nyiakan hartanya dan tidak membelanjakannya bukan kepada jalan

Selengkapnya: Empat Jenis Manusia

Islam Bukan Agama Ramalan

Setiap  manusia pasti memiliki masa lalu masa sekarang dan yang akan datang. Entah itu masa membahagiakan atau masa sedih. Itulah kehidupan manusia silih berganti menghadapi situasi yang berubah-ubah. Begitu pula dengan pola kehidupan manusia secara global  dari suatu zaman ke zaman lainnya akan dibawa oleh para penguasanya. Sebagaimana Fir’aun dan Namrud membawa manusia pada kedzaliman (kegelapan). Nabi Sulaiman,   Yusuf As, Muhammad SAW membawa manusia ke zaman yang penuh cahaya. Bagaimana dengan zaman sekarang? 

Selengkapnya: Islam Bukan Agama Ramalan

Mengenali yang (Seharusnya) Terkasih

Manusia sudah sedemikian banyaknya mempelajari hal di seputar kehidupan, baik yang berkaitan dengan dirinya dan yang di luar dirinya. Manusia akan berusaha mengenali diri sendiri agar tepat dalam mengarahkan hidup. Tak berhenti untuk terus memahami karakter anak agar tepat dalam mengupayakan perkembangannya. Mengenali teman duduk dan rekan kerja agar dapat berpadu dan tak melukai hati. Bahkan mengenali lawan atau musuh, yang tidak sekedar memahami kelemahan untuk mengalahkannya, melainkan agar tetap sanggup bersikap arif memakluminya. Tidak berhenti pada titik itu, manusia memang akan terus penasaran pada objek yang belum dikenalinya. Termasuk pada sosok berikut ini, dan keingintahuan itu akan semakin menjadi ketika mulai hadir dorongan cinta.

Selengkapnya: Mengenali yang (Seharusnya) Terkasih

Berkemaslah, Bawa yang Penting-Penting Saja

“Pikirlah dengan matang, sebentar lagi keretaku menjemputmu. kalau sudah ada ketetapan hati, berkemaslah, bawa yang penting-penting saja”. Kalimat itulah yang 14 tahun yang lalu ditulis oleh seorang pria ketika mengajak menikah kepada seorang wanita. Sebuah pernikahan akhirnya menyatukan dua insan meskipun kadang masih berbeda pula dalam pola pikir, telah mendekatkan dua keluarga meskipun kadang masih berbeda pula dalam budaya, yang jelas selalu membutuhkan usaha, perjuangan dan kesabaran yang lebih besar ketika sebuah bahtera telah mengarungi lautan, ketika layar telah terkembang melintasi samudra kehidupan dengan harapan membawa label rumahtangga sakinah mawaddah wa rahmah.

Selengkapnya: Berkemaslah, Bawa yang Penting-Penting Saja

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239