Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Mencari Ketenangan Jiwa

 

Sungguh, yang dibutuhkan dalam hidup adalah kebahagiaan. Banyaknya harta yang tidak bisa memberikan bahagia hanya akan membuat manusia makin merana. Tingginya pangkat dan jabatan yang tak sanggup melahirkan kebahagiaan hanya akan mempersedih perasaan. Buat apa punya banyak kelebihan kalau kelebihan-kelebihan itu tidak bisa dipakai untuk menunjang tumbuhnya kebahagiaan hati.

 

Banyak orang kaya yang merasakan hidupnya kurang bahagia, bahkan merasa sangat sengsara. Demikian sebaliknya, betapa banyak orang yang dari segi ekonomi pas-pasan namun mereka merasakan yang namanya ketenangan. Memang tak sedikit orang yang punya kelebihan harta yang bisa merasakan ketenangan batin, namun itu tak semuanya. Juga sebaliknya, tidak bisa dihitung betapa banyak orang yang kekurangan benar-benar menderita dan tak bisa merasakan kebahagian.

Kebahagiaan sesungguhnya terletak di hati, bukan pada harta atau tahta. Ada banyak faktor, memang yang bisa menyebabkan hati ini menjadi bahagia, namun semua itu bukanlah penentu dari adanya kebahagiaan itu sendiri. Hati adalah sumber kebahagiaan. Manusia bisa bahagia atau sengsara sekaligus bisa baik atau buruk kelakuannya, semua itu bergantung pada hatinya.

Dzikir dalam kaitannya dengan kebahagiaan adalah merupakan sebuah jaminan ketenangan dalam hati seseorang. Dzikir bukan hanya sebuah kalimat tanpa makna apa-apa, akan tetapi dzikir nyatanya bisa mengimbas pada kedamaian jiwa.

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah bahwa hanya dengan mengingat (berdzikir kepada) Allah hati akan menjadi tentram." (QS. Ar Ra'd: 28)

Adalah sebuah jaminan bahwa dzikir akan mėnyebabkan kedamaian jiwa bagi manusia. Dengan dzikir berarti sumber dari kegelisahan hati akan musnah. Dengan berdzikir hati akan merasakan kedamaian sebab sumber dari kegelisahan itu telah tiada. Dan sesungguhnya kebahagiaan itu sendiri tak akan pernah sudi mendekat pada hati yang sudah menjadi kelam lantaran tertutup noda dosa. Akan tetapi dzikir bisa memulihkan kondisi hati yang kelam itu menjadi bersih kembali.

Tidak hanya akan mendapatkan ampunan, dzikir ternyata juga akan menyebabkan kesalahan-kesalahan seseorang diganti oleh Allah dengan kebaikan. Ini berarti ada dua keuntungan yang akan diperoleh orang-orang yang berdzikir, yakni ampunan dan pahala yang besar. Dua keuntungan ini kiranya sudah cukup dijadikan sebagai jaminan bahwa seseorang pasti akan merasakan ketentraman dalam jiwanya.

Sesungguhnya ketenangan batin yang diperoleh melalui dzikir adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang diperoleh melalui dzikir punya cita rasa yang melebihi dari kebahagiaan-kebahagiaan yang diperoleh dari jalan yang lain, yakni dari jalan yang ditawarkan oleh gemerlapnya dunia. Ketenangan batin yang diakibatkan oleh dzikir begitu lembut. Rasa ini tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Begitu indahnya rasa itu, hingga kalimat-kalimat pun tak akan mampu menjelaskannya. Yakinlah bahwa di balik dzikir ada semacam energi yang begitu lembut yang akan menyapa kalbu hingga hati ini merasakan sesuatu yang luar biasa.


Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239