Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Protokol Ibadah


“Sebagai bentuk Istiqomah di tengah Pandemi yang tak kunjung sudah”

 

Ya Allah kapan semua ini akan berakhir?

Mungkin itu keluhan yang hampir semua orang di bumi pertiwi ini kerap ucapkan. Pandemi yang tak berkesudahan ini total merubah gaya hidup, gaya komunikasi, dan gaya interaksi. Tangan yang lama tak berjabat, mata yang kini jarang bertatap, serta cerita yang berakhir di chat media sosial.

 

Istilah sudah ngopi belum, kini berganti sudah online belum. Ajakan yuk ngopi di angkringan, kini berganti yuk live di media sosial. Perubahan itu secara signfikan memberikan dampak positif maupun negatif.

Menjadi bijaksana dalam menghadapi perubahan dan perkembangan menjadi hal yang paling utama dalam proses adaptasi dengan kondisi saat ini. Mahassiswa tidak akan menjadi sarjana tanpa melalui beragam ujian. Sama halnya dengan orang bijak menghadapi pandemi, tidak akan kita menjadi muslim yang taat tanpa melalui sebuah musibah, cukup yakinkan dalam diri kita bahwa Allah SWT bersama kita dan menjaga kita. Meminta pertolongan kepada Allah SWT dengan berdoa juga dianjurkan oleh Rasulullah 

Segala puji bagi Alloh yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Engkau timpakan kepadanya (berupa penyakit), dan (segala puji baginya) yang telah melebihkan aku atas hamba-hambanya.

Siapa membaca doa ini, niscaya dia akan diselamatkan dari bala itu selama dia hidup. Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi no. 3431 dan dihasankan oleh Sheikh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi.

Segala do’a dan usaha telah kita lakukan dalam menjalani aktifitas kita sehari-hari. Namun apakah sudah cukup istiqomah dan konsisten dalam menjalankan protokol kesehatannya?  Perlukah kita meninggalkan segala protokol karena merasa lelah atas pandemi yang tak kunjung sudah?

Seringkali kita mendengar atau bahkan mengucapkan istilah istiqomahIstiqomah adalah istilah yang kerap diucapkan karena memiliki makna yang lurus, tegak atau dalam bahasa bakunya adalah konsisten.Seorang muslim yang baik diharapkan bisa menjalankan ibadah secara istiqomah. Selain itu juga perlu menjaga akhlak terpuji dalam berkehidupan sehari-hari. Ketika setiap protokol kesehatan di jalankan dengan istiqomah, dengan tujuan ibadah, bukan hanya “agar terhindar” dari wabah virus, maka kita akan menjadi ringan dalam mengikuti setiap anjuran protokol kesehatan yang di berlakukan. Menjadi pribadi yang istiqomah lebih sulit daripada yang dibayangkan. Istiqomah adalah suatu sikap yang memerlukan usaha keras dan hati yang ikhlas supaya bisa menjadi orang yang istiqomah berada di jalan yang lurus.

Menurut Khulafaur Rasyidin Abu Bakar Ash-Shidiq, istiqomah adalah perilaku seseorang yang tidak menyekutukan Allah dengan yang lainnya atau tidak berbuat syirik. Selain itu, menurut Umar bin Khatab R.A., istiqomah adalah suatu hal yang harusnya bertahan pada satu perintah dan tidak melakukan suatu apapun yang dilarang.

Selain itu, di dalam hadis juga telah disebutkan anjuran untuk beristiqomah. Seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw.: 

Ya Rasulullah, tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun.

Nabi Saw. menjawab: “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomah (konsisten menjalankan perintah dan menjauhi larangan).”

Mengikuti apa yang di anjurkan sebagai upaya menjaga diri kita, dan menghindari kegiatan serta aktifitas yang beresiko tidak baik bagi kita merupakan salah satu bentuk istiqomah kita di tengah pandemi. Yakinlah di balik wabah, di balik musibah, ketika kita tetap yakin atas ketetapan Allah SWT dan senantiasa memohon perlindungan-Nya, senantiasa ber-Ikhtiar dengan istiqomah, dengan hanya mengharap keberkahan dan ridho dari-Nya pasti aka nada hal baik dan kebahagiaan yang mengiringi langkah kita. Dalam sebuah ayat di dalam Alqur’an, Allah berfirman bahwa seorang muslim yang tetap istiqomah di jalan-Nya maka akan selalu dilapangkan rezekinya oleh Allah Swt. Hal ini tertulis di dalam Surat Al-Jin ayat 16 yang artinya:

“Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang melimpah).”

Keutamaan yang kedua adalah diberikan rasa aman dan diangkat segala kesedihan. Allah akan memberikan rasa aman dan damai bagi mereka yang selalu istiqomah di jalan-Nya.  Ketika seseorang mampu menjalankan aktivitas ibadahnya dengan cara istiqomah maka ia akan mendapatkan keutamaan berupa pahala surga sebagaimana firman Allah Swt surat Fushilat ayat 30 yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Sudah seharusnya kita berlaku istiqomah dan konsisten bukan hanya “agar terhindar” saja, tetapi menjadikan protokol kesehatan sebagai bentuk ibadah kita, maka akan ringan dan mudah bagi kita menjalankannya. Setiap protokol, dan anjuran pemerintah di tengah pandemi ini memang terkesan susah, itu karena kita belum terbiasa, dengan menjadikannya sebagai bentuk ibadah kita maka semua akan menjadi mudah.


Penulis : Mita Wahyuningrum,S.Pd.

 

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239