Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

HATERS TIDAK SELAMANYA NEGATIF

Pengertian hater (bahasa inggris) secara harfiah adalah pembenci, dan disebut haters bila hater membentuk kelompok yang membenci seseorang. Istilah ini mulai menyebar secara umum (viral) ketika ramai orang bermedia sosial lewat digital.   Sebenarnya hampir semua orang punya hater, jarang sekali orang yang tidak punya hater, bahkan orang yang paling baik sekalipun  dia mempunyai hater.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW orang yang paling baik, paling suci, paling jujur juga punya para haters. Haters biasanya berkaitan dengan cara bersosialisasi, tapi seringkali pula berhubungan dengan jabatan, harta dan  prestasi maka bisa jadi semakin tinggi prestasi atau  jabatan seseorang maka akan semakin tinggi pula haters yang dia miliki. Hater itu ada yang jelas-jelas menunjukkan ke-hater-anya (dibaca: kebenciaanya) tapi  yang menyembunyikan, jumlahnya lebih banyak .

 Kebencian seseorang kepada kita memang tidak bisa kita kendalikan karena siapapun orangnya tidak akan bisa mengendalikan hati orang lain, dia akan timbul dan berhinggap dihati seseorang secara alamiah mengikuti tabiat yang biasa dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.   Banyak orang yang merasa down (jatuh) semangatnya jika ada orang yang dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan kepadanya akan tetapi ada sebagian orang yang menjadikan para haters ini sebagai cambuk agar dia bisa lebih sungguh-sungguh dalam meniti impiannya, sakit memang rasa cambuk tersebut tapi dia bisa menahanya dan mungkin malah menikmatinya sambil meneruskan perjuangannya agar impiannya bisa terwujud.

Jika kita mengengok sejarah terwujudnya Nusantara ini tidak terlepas dari para haters, kita sepakat bahwa sumpah palapa yang diucapkan mahapatih Gadjahmada adalah sebuah embrio terbentuknya dan bersatunya kepulauan nusantara. Jabung Tarewes, Lembu Peteng, Ra Kembar, Ra Banyak dan Arya Tadah adalah nama-nama patih pembesar waktu itu yang menyaksikan sumpah/janji patih Gajahmada ketika diucapkan dan sontak mereka meremehkan, menyangsikan, bahkan dalam sejarah mereka tertawa terbahak-bahak karena menganggap itu adalah sebuah lelucon yang tidak mungkin bisa diwujudkan. Awalnya sang patih Gajahmada merasa sedih dan berkecil hati dengan perilaku dan sikap teman-teman sejawatnya itu lalu meninggalkan paseban dan  merenung, dalam perenungan itu dia mendapatkan titik balik yang luar biasa efeknya, dia menganggap para haters itu adalah sebuah cambuk, dimana dia harus bisa lebih sungguh-sungguh dalam mewujudkan janjinya dan merubah rasa sakit cambuk dengan suatu rasa penyemangat sambil meneruskan perjuangan dan impianya. Dan walhasil mahapatih Gadjahmada benar-benar bisa mewujudkan sumpah  janjinya dan dia diangkat menjadi mahapatih amangkubumi. Gajah Mada melaksanakan politik penyatuan Nusantara selama 21 tahun, yakni antara tahun 1336 sampai 1357. hanya orang yang besar yang bisa berfikir besar, orang yang suka mencibir dan meremehkan niat baik seseorang biasanya mereka adalah orang-orang yang berfikiran kecil.

Itulah diantara hikmah kenapa selalu ada orang-orang yang membenci kebaikan kita dalam kehidupan di sekeliling kita, mudah-mudahan kita bisa mengubah efek cambuk yang sakit dari para haters ini menjadi sebuah penyemangat yang mengharuskan kita bersungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita kita.


Penulis : Fajar Sidig, S.Pd.

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239