Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

PERJALANAN HIDUP KITA

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Qs. Al Hajj {22} : 5).

 

Jika kita memahami makna ayat diatas lebih jauh lagi, kita akan paham betul bahwa kehidupan dan perjalanan hidup kita itu sudah diatur oleh sang maha pencipta. Antara mati dan hidup, sudah menjadi ketentuan-Nya dan semua berkembang sesuai denga aturan-Nya. Seiring dengan berkembangnya usia, akal pikiran manusia pada dasarnya pun ikut berkembang, pikiran kita pun meningkat, yang tadinya bayi, anak-anak, dewasa dan kemudian menjadi orang tua.

cara kita untuk menelisik lebih jauh ke dalam perjalanan hidup kita, kita melihat bahwa keinginan diri eksternal kita jauh lebih besar dan lebih banyak, hal tersebut adalah satu-satunya yang kita ketahui, sementara kita tidak mengetahui kebutuhan diri sejati, yakni kebutuhan batin kita atau kebutuhan rohani kita.

Kita tahu bahwa kita menginginkan makanan dan pakaian yang baik, kehidupan yang nyaman dan menyenangkan, mendapatkan kehormatan, dan segala cara untuk kepuasan ego kita, dan kesemuanya ini kelihatannya seperti satu-satunya keinginan kita yang tampak jelas. Namun itu semua tidak selalu menyertai kita.

Lalu kita berpikir bahwa apa yang kita punya hanya sedikit dan mungkin dibutuhkan lebih banyak lagi untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan kita, tetapi setelah diperbanyak tetap saja masih kurang. Bahkan andaikata seluruh alam semesta berada dalam genggaman kita, tetap saja tidak bisa memuaskan keinginan kita.

Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisi dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6437)

Hidup manusia adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, dan kesempurnaan hidup adalah tujuan akhir dari kehidupan yang tidak sempurna ini. Fitrah manusia tidak bisa menerima kalau akhir perjalanan hidupnya sama seperti hewan, yakni lahirhidup, mati dan kemudian selesai. Fitrah manusia ingin agar hidupnya lebih bermakna, ingin agar perjuangan dalam hidupnya ini tidak berakhir dengan sia-sia.

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Ayat diatas juga menjelasakan tujuan hidup manusia, yaitu beribadah, perjalanan hidup manusia lebih diutamakan untuk ibadah kepada Allah, itulah yang menjadi kata kunci eksistensi dan keberlangsungan kehidupan manusia yang lebih bermanfaat. Dan tujuan hidup itulah yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya. Allah menciptakan manusia tidak untuk kesia-siaan, setiap manusia akan kembali kepada-Nya untuk dimintai pertanggungjawaban ketika menjalani kehidupan di duniaWallahualam Bishawab.


Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239