Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Insecure Tanda Kurang Bersyukur

Banyak orang berpikir bahwa rezeki datang dikarenakan usaha keras mereka sendiri. Padahal sejatinya yang memberikan semua rezeki adalah Allah Ta’ala. Rezeki bukan hanya soal harta. Banyak hal yang dapat dikatakan sebagai rezeki. Mendapat nilai terbaik, mendapat pekerjaan yang nyaman, nikmat belajar, nikmat ibadah, nikmat untuk bernapas, memiliki badan ideal dan wajah yang rupawan punbisa dikatakan sebagai rezeki. Rezeki adalah bentuk kenikmatan, dan tentu semuanya tidak lepas dari maha baik Allah Azza Wa Jalla.

Namun dengan segala kenikmatan yang kita dapatkan itu, apakah sebanding dengan rasa syukur kita terhadap apa yang sudah Allah beri? Untuk beberapa orang, ya, mereka mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Tapi beberapa orang pula merasa dirinya selalu kurang. Padahal ia sudah diberi segala bentuk kenikmatan yang mungkin beberapa orang tidak mendapatkannya. Rumah, kendaraan, sekolah tinggi, gaji besar, dan sebagainya sudah ia dapatkan. Merasa insecure dengan apa yang sudah ia punya. Insecure merupakan perasaan yang menggambarkan rasa tidak aman, malu, tidak percaya diri, gelisah yang didasari oleh faktor diri sendiri maupun orang lain.

 

Lalu kenapa dengan segala yang dimiliki masih saja insecure? Apa yang salah? Adalah kurangnya rasa syukur dengannikmat yang sudah dimiliki. Sudah mendapatkan ini, minta itu. Dan seterusnya.Itulah mengapa kita tidak seharusnya selalu melihat ke atas. Memang banyak yang kehidupannya di atas kita. Mereka lebih kaya, lebih pintar, lebih sukses. Tapi banyak juga yang kehidupannya di bawah kita. Banyak dari mereka yang memiliki penghidupan yang pas-pasan. Pekerjaan tidak tetap, uang makan tidak menentu, tidak memiliki rumah layak, bahkan sampai merelakan untuk tidak sekolah karena tidak cukup untuk menanggung biaya. Tidak hanya itu, kita juga terkadang merasa diri sendiri tidak lebih baik dari yang lain, entah dari segi fisik, karir, pencapaian, dsb. Padahal ada yang namanya individual differences, maksudnya adalah setiap manusia memiliki keunikannya masing-masing dan berbeda-beda dari segi fisik maupun karakter. Dengan perbedaan inilah kita dapat saling melengkapi satu sama lain. Bukan sibuk mencari kesempurnaan dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Bayangkan jika semua orang di dunia ini diciptakan sama, seram bukan? Seperti yang dijabarkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah :

“syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244)

Sederhananya seperti ini, kita akan merasa berterima kasih ketika teman atau sahabat kita yang memberikan sesuatu. Begitu pula kepada Allah. Rasa syukur adalah bentuk terima kasih kita kepada Allah. Ketika kita bersyukur, artinya kita sadar bahwa semua yang kita miliki adalah semata-mata karena bentuk kasih sayang Allah Ta’ala. Tidak ada rasa sombong, atau membangga-banggakan diri bahwa rezeki yang sudah didapatkan oleh kita hasil dari jerih payah sendiri atau hasil kemampuan diri yang begitu hebat tanpa adanya pertolongan dari-Nya. Bahkan ketika kita bersyukur, akan ada buah manis yang kita dapat, antara lain :

1.      Syukur Adalah Sifat Orang Beriman

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim no. 7692)

2.      Sebab Datangnya Ridho Allah

Allah Ta’ala berfirman :

“jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridho kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridho kepada kalian” (QS. Az-Zumar : 7)

3.      Sebab Selamatnya Seseorang Dari Azab Allah

Allah Ta’ala berfirman :

“tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” (QS. An-Nisa : 147)

4.      Sebab Ditambahnya Nikmat

Allah Ta’ala berfirman :

“dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” ( QS. Ibrahim : 7)

5.      Ganjaran di Dunia dan Akhirat

Allah Ta’ala berfirman :

“barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa yang menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (QS. Al-Imran : 145)

Dengan semua ganjaran yang Allah janjikan kepada kita, apakah patut kita insecure? Terlalu sibuk memikirkan pencapaian orang lain sampai lupa memperbaiki diri. Kita lupa mengucap syukur, lupa bahwa segala sesuatu adalah milik Allah. Dan bisa jadi sewaktu-waktu nikmat itu dicabut. Disitu kita diuji seberapa sabar diri kita. Jika kita bersyukur dan mengakui bahwa semua adalah milik Allah, maka kita akan bisa lebih sabar dan ikhlas. Karena kita tahu akan ada waktunya Allah memberi kenikmatan yang lain dan memberikan yang lebih baik lagi jika kita ingin bersabar. Beberapa orang berkata, kunci kebahagiaan adalah rasa syukur. Orang yang memiliki rasa syukur akan selalu mengambil makna atas semua peristiwa yang ia alami. Ia percaya bahwa semua yang terjadi adalah takdir Allah dan atas kuasa Allah. Sekalipun yang terjadi adalah cobaan atau musibah, tapi ia percaya dibalik itu semua ada secercah harapan dan kasih sayang yang ingin Allah berikan kepadanya.

Sebaliknya, ketika kita ujub atau merasa bangga atas apa kita punya dan lupa dengan Allah, kita akan merasa begitu berat ketika kehilangannya, merasa sedih dan putus asa. Orang yang tidak mensyukuri atas nikmat Allah hidupnya terasa lebih sempit, seakan-akan apa yang sudah ia dapatkan masih banyak kurangnya. Dan tidak banyak dari mereka rela bekerja dengan cara haram untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar. Dan sungguh, disitu pula Allah memainkan kuasa-Nya. Allah tidak akan memberikan ketenangan kepada mereka sekalipun ia memiliki harta melimpah. Dadanya disempitkan dan bisa jadi ia tidak merasakan kebahagiaan seperti orang lain yang bisa jadi hanya memiliki harta sedikit namun ada rasa syukur di hatinya. Dengan rasa syukur, In Syaa Allah kita akan selalu merasa cukup, dan hidup merasa lebih damai. Semoga kita terhindar dari sifat kufur nikmat dan semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua.. Allahumma Aamiin


Penulis : Putri Salma R Q

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239