Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Menepati Janji.!!

Dimutakhirkan terakhir pada Jum'at, 24 Juli 2020 01:24

 

Kehidupan kita didunia ini sesungguhnya merupakan suatu mata rantai dari pada ikatan janji, janji yang diucapkan dengan lisan atau perbuatan, Baik janji sang maha Pencipta, yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala, janji pada diri sendiri, maupun janji kepada sesama manusia. Mengakui sebagai hamba Allah kita berikrar dan bersyahadat, artinya akan menepati janji dengan Allah.

Bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, artinya janji bahwa akan mematuhi segala perintah dan menjauhi segala larangan Rasulullah. Mendirikan suatu negara, organisasi, lembaga, institusi ataupun kelompok adalah suatu janji bersama untuk dapat hidup dengan rukun dan damai, untuk mencapai tujuan yang sama. Mendahulukan kepentinganbersamadiatas kepentingan kelompokataugolongan. Bekerja disebuah instansi dan mentandatangani sebuah perjanjian kerja, artinya juga dia sudah berjanji.

Ketika akan bekerja atau memangku jabatan tertentu, terlebih dahulu berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan mematuhi semua aturan yang terkait, tertib dengan aturan yang ada dan lain sebagainya. Bahkan akad nikah seorang ayah ketika dia menikahkan anak perempuannya  kepada seorang laki-laki, yang dinamakan ijab, lalu disambut dan diterima dihadapan dua saksi, yang dinamakan qobul, adalah janji. Pendek kata kehidupan kita didunia ini merupakan mata rantai daripada ikatan janji. Ucapan kita dan perbuatan yang kita lakukan juga merupakan janji, bisa juga dikatakan janji kepada diri kita sendiri.

Berbicara tentang janji terutama jika ditinjau dari ajaran Islam, maka  akan banyak sekali aspek-aspek yang terkait di dalamnya.  Di  antara aspek-aspek tersebut  adalah perintah menepati janji, yang termuat didalam Al-Qur’an. Antara lain di qur’an surat Al Isra' ayat 34 - “ ... dan tepatilah janji, sesungguhnya janji itu nanti pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”, di qur’an surat An-Nahl ayat 91 - “Tepatilah perjanjian dengan Allah bila kamu sekalian berjanji”, dan di qur’an surat Al Maidah ayat 1 - “Wahai orang-orang yang beriman, tepatilah janji-janjimu itu”.

Dalam ayat lain juga disebutkan tentang perintah menepati janji, bahkan dalam qur’an surat Al Baqarah ayat 177, lebih jelas dan lebih detail tentang perintah itu, Allah Subhanahu wa ta'ala,  berfirman  Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan,   akan   tetapi   sesungguhnya   kebajikan   itu   ialah   beriman   kepada   Allah,   hari

kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada   kerabatnya,   anak-anak   yatim,   orang-orang   miskin,   musafir   (yang   memerlukan

pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia   berjanji,   dan   orang-orang   yang   sabar   dalam   kesempitan,   penderitaan   dan   dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”

Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Rasululah SAW bersabda: “Tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: bila berkata ia dusta, apabila berjanji ia melanggar dan bila dipercaya   ia berkhianat” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari beberapa ayat dan dalil diatas, menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat menekankan betapa pentingnya seseorang untuk menepati suatu janji. Bahkan para ulama telah sepakat bahwa menepati janji hukumnya wajib, yangjika diingkari maka seseorang akan berdosa.

Dalam khazanah intelektual Islam, kajian tentang hukum  menepati janji sebetulnya  tidak hanya terdapat dalam kitab-kitab tentang akhlaq al-karimah atau etika menurut Islam. Dalam kitab-kitab fiqh, terutama dalam bab-bab tentang mu’amalah, para ulama juga selalu membahas tentang hukum menepati janji, terutama yang berkaitan dengan akad-akad mu’amalah. Dengan demikian, menepati janji juga termasuk dalam wilayah kajian fiqh atau hukum Islam. Jadi, menepati janji tidak hanya merupakan sikap  dan perilaku yang terpuji (mahmudah), melainkan juga merupakan pelaksanaan dari hukum wajib, yang oleh karenanya akan mendapat pahala dari Allah SWT.Wallahu A'lam Bishawab


Penulis : Ust. M. Alfian N Azmi, S.T.,S.Ud.

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239