Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Sadari Kesempatan Baik

Manusia sering merasa tidak memiliki kecuali ketika ia kehilangan. Karena pada dasarnya manusia itu kufur nikmat. Seseorang biasa menyesali mengapa dirinya tidak mensyukuri kenikmatan yang didapatkan, pada saat dimana kenikmatan itu dicabut. Kenikmatan itu sering kali tidak disadari. Salah satunya adalah nikmat kesempatan.

 

Dalam segala macam kondisi, apakah itu ketika senang ataupun sulit, seharusnya ada kesempatan baik yang bisa disyukuri. Dalam pandangan manusia, kenikmatan hanya dikorelasikan dengan sesuatu yang mendatangkan kesenangan hati, materil maupun moril, sehingga inilah yang membuat manusia sulit menemukan kenikmatan di tengah derita dan masa sulit yang sedang dihadapinya.

Dapat kita simpulkan pandangan manusia terhadap suatu kenikmatan yang ia peroleh, menggambarkan bagaimana ia memaknai nikmat tersebut. Seperti saat musibah pandemik sekarang ini, kegiatan manusia berubah seiring aturan pemerintah yang ditetapkan, biasanya manusia bekerja hingga petang menjelang namun pemerintah menyuruh untuk bertahan di rumah untuk menjauhi wabah penyakit. Tidak dapat dipungkiri, tabiat manusia yang acapkali memandang nikmat dari segi materil maka menganggap kehidupan ini telah berakhir karena pekerjaannya hilang. Kontras dengan mereka yang memandang kenikmatan dari sisi lain, jika biasanya siang malam manusia sibuk berkerja, sekarang ia diberi kesempatan untuk beristirahat bersama keluarga.

Berubahnya kebiasaan bukan berarti berhenti beraktifitas. Kita memang diperintahkan untuk terus produktif. Yang merasa kegiataannya di luar sana tertahan keadaan, mulai mencari-cari produktivitas lain. Yang bekerja dari rumah, mulai menyadari banyak kemudahan dalam pekerjaan jarak jauhnya. Yang awalnya hanya pasif belajar, dituntut untuk lebih aktif mandiri.

Pun begitu dengan orang-orang yang terkena musibah sakit. Mereka memiliki kesempatan mendekat kepada Allah dengan berdoa, sabar dan berharap hal terbaik untuk dirinya. Dari ‘Aisyah Ummul Mu’minin istri Rasulullah beliau berkata, aku bertanya kepada Rasul tentang wabah (tha’un), beliau mengabarkan padaku bahwa ”Ia adalah adzab yang Allah utus untuk orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidaklah bagi seseorang yang tertimpa tha’un kemudian ia berdiam diri di rumah (wilayah) nya itu dengan sabar dan ia menyadari bahwa tha’un itu tidak akan menimpa kecuali telah ditetapkan Allah, kecuali ia memperoleh pahala bagaikan orang mati syahid. (HR. Al-Bukhari)

Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari-nya mengomentari hadits di atas. Beliau berkata bahwa yang dikehendaki secara tekstual adalah bahwasanya yang memiliki sifat-sifat yang disebutkan di dalam hadits, maka orang tersebut mendapat pahala mati syahid meskipun ia tidak meninggal dunia.

Dengan berfikir positif atas musibah yang menimpa kita ini, berjuta-juta kenikmatan akan nampak di mata kita. Jika musibah ini membuat hidup kita menjadi lebih sulit, anggaplah bahwa Allah sedang menyiapkan nikmat lain yang tiada tara agungnya, bukankah kita sebagai manusia hendaknya berhusnudzan kepada Tuhannya. Dan ingatlah pula bahwa ujian dari Allah itu untuk mengukur diri dan menunjukkan seberapa tinggi derajat kita. Wabah penyakit tidak memandang kedudukan orang di hadapan manusia. Tapi bisa menjadi peningkat derajat kita di hadapan Allah.

Kesempatan mengenal hal-hal baru di tengah keadaan sulit ini, kesempatan meningkatkan sesuatu yang belum sempat dilakukan, kesempatan menjadikan kesempitan sebagai peluang, dan kesempatan baik lainnya. Semua itu hendaknya disadari. Allah tidak menginginkan kita berputus asa terhadap rahmat-Nya, dan Allah juga menekankan bahwasanya disetiap kesulitan ada kemudahan. Setiap kita terhenti atau selesai dengan suatu hal, sepatutnya kita mencari hal positif lain untuk dikerjakan.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan semua urusan kita dan menghindarkan kita dari hal buruk, saat ini maupun yang akan datang.

Penulis : Ust. Irham M A, Lc.,M.A.

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239