Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Sebuah Hikmah Corona dan Keluarga


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).

Beberapa hari terakhir ini negara kita khususnya dan dunia pada umumnya sedang diramaikan oleh sebuah makhluk kecil ciptaan Allah yang dikenal sebagai virus corona atau Covid-19. Wabah penyakit ini (Covid-19) bahkan oleh WHO ditetapkan sebagai Pandemi Global. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana atau meliputi geografi yang luas. Artinya, virus Corona telah diakui menyebar luas hampir ke seluruh dunia.

WHO sendiri mendefinisikan pandemi sebagai situasi ketika populasi seluruh dunia ada kemungkinan akan terkena infeksi ini dan berpotensi sebagian dari mereka jatuh sakit. Sedangkan dilansir ABC News, pandemi adalah epidemi global. Epidemi sendiri adalah wabah atau peningkatan kasus penyakit dengan skala yang lebih besar.

Virus Corona tiba-tiba menyentak batin. Mengharu-biru kemanusiaan kita. Menyadarkan kita bahwa Corona mudah sekali menular pada orang yang terdekat secara fisikal. Siapa lagi jika bukan keluarga, seketika seorang ibu khawatir anaknya tertular, seorang ayah khawatir istrinya tertular dan seorang anak khawatir ibu, ayah dan saudaranya tertular, jika ini terjadi, pupus sudah harapan melanjutkan generasi keluarga.

Dalam kesadaran itu tiba-tiba ada anjuran agar bekerja dari rumah. Banyak berdiam di rumah. Tidak banyak keluar rumah jika tidak perlu. Anak-anak belajar di rumah. Intinya, kita ditarik untuk back to basic. Kembali ke fitrah manusia sebagai mahluk keluarga. Situasi ini mengingatkan saya kepada ayat Allah dalam Alquran surah At-Tahrim 6: Wahai orang-orang beriman. Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”

Standartnya jelas. Setiap Tuhan memberi kenikmatan, di baliknya pasti ada ujian. Setiap ada musibah, di baliknya ada hikmah. Dan virus Corona (Covid-19) adalah musibah. Di balik musibah, itu ada kandungan hikmah yang luar biasa dahsyat. Dan mungkin jauh lebih dahsyat dari pada sisi musibahnya.

Apa itu? Peluang merajut fitrah manusia sebagai mahluk berkeluarga yang sudah terkoyak. Modernisme dan globalisasi telah memacu manusia menjadi super individualis. Layaknya air yang menciprat dari sebuah arus sungai. Kemudian jatuh di atas batu lantas kering oleh sinar matahari. Arus sungai itu adalah keluarga.

Dengan kebijakan pemerintah kepada warga masyarakat untuk sementara waktu memperbanyak berdiam diri di rumah, mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak penting, ini menjadi sebuah titik balik bagi kita umat manusia khususnya muslim untuk kembali memaksimalkan peran keluarga dan merefleksi diri kembali terhadap tujuan keluarga sakinah mawadah wa rahmah.

Corona memang sebuah musibah, namun kita juga patut percaya dibalik sebuah musibah pasti ada hikmah. Mudah-mudahan musibah ini lekas berlalu dan meninggalkan kesadaran bahwa keluarga adalah segalanya, harta yang paling berharga adalah keluarga, begitu kata lirik lagu. Keluarga tidak lagi hanya tempat singgah untuk istirahat dan buang penat, namun keluarga menjadi sebuah kekuatan untuk mencharger semangat dan energi positif dalam diri kita semua.

Mari bersama menghadapi Covid-19 ini dengan penuh kesadaran, berbagi dan saling mengingatkan. Berdoa dengan penuh harapan. Percaya dengan penuh keyakinan. Kita semua pasti bisa menghadapai musibah ini Bersama.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).

 

 

 

 

 

 

 

 

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239