Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Seni dalam Mencintai

“Ber-Muhasabah Diri Untuk Jodoh Yang Baik Bagi-Mu Untuk-ku”


Kegagalan masa lalu hanya cara Tuhan supaya kita menjadi pribadi yang lebih baik di hari ini. Jangan bersedih! Yakinlah, ada banyak cara Tuhan untuk membentukmu, sudahi kesedihanmu. Untuk apa meratapi kegagalan di masa lalu? Jika ia yang dulu adalah jodohmu, pasti Tuhan menciptakan kemudahan untuk hubungan kita. Tapi jika tidak dan ternyata gagal, berbaik sangkalah. Tuhan mempertemukan kita dan dia hanya untuk proses pendewasaan diri. Hidup ini dibentuk dari banyak proses dan seringkali proses yang tak mengenakkan harus dilalui untuk sebuah kebaikan.

"Terus berbaik sangkalah! Hal yang tak mengenakkan juga terjadi atas rencana Tuhan untuk kebaikanmu!"

Saat sadar bahwa ada kekurangan pada diri kita, jangan hanya berdiam! Perbaiki dan layakkan diri kita untuk dia di masa depan, akan ada jodoh yang sebanding dengan kita.

Saat sadar ada kekurangan diri yang harus diperbaiki, maka saat itu kita harus mulai berusaha untuk berubah. Ya, berubah ke arah yang lebih baik. Jika gagal, maka coba lagi untuk memperbaiki. Gagal, coba lagi dan lagi. Agar sesuatu yang baik bisa menjadi kebiasaan untuk hidup kita kedepan.

Apapun itu, pasti diciptakan secara adil. Kita yang sedang memperbaiki diri, juga akan bertemu dia yang juga berusaha melayakkan dirinya.

Tak ada yang salah dengan masa lalu. Semua bisa diperbaiki tak perlu menjadi yang teristimewa. Tak perlu menjadi yang "paling-paling". Karena yang kita butuhkan hanyalah cukup menjadi layak untuk bersanding dengan jodoh kita di masa depan. Itu saja.

Karena bukankah jodoh adalah cerminan diri? Tersenyumlah dan terus layakkan diri kita, tak perlu ragu dengan apa yang kita usahakan, yakini dan aminilah bahwa kita akan dipertemukan dengan yang baik.

Jodoh adalah cerminan diri. Bukankah begitu? Karena ia yang menggenapimu pada dasarnya adalah dia yang seimbang, dia yang cocok, dan dia yang bisa melengkapimu. Jika memang ada yang salah dari dirimu dan harus diperbaiki, perbaiki dan layakkanlah. Supaya cermin yang akan datang kepadamu adalah cermin yang baik dan cermin yang layak bagimu. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah dalam Quran Surat An Nur ayat 26, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula. Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik  pula.”

Jelas dalam firman tersebut, Allah memberikan jodoh berdasarkan akhlak dari hamba-Nya. Sampai saatnya kita akan saling menemukan dan menghargai karena sama-sama berusaha menjadi yang terbaik dan saling mencintai. Akan ada kita yang tak pernah saling melepaskan dan tiba di ujung penantian. Saat Tuhan mempertemukan kita di waktu dan rencana-Nya.

Ya, mempertemukan kamu dan aku yang sudah sama-sama layak. Kita yang sudah berjuang untuk memperbaiki diri dan pribadi kita, bahkan sejak kita belum bertemu.

Karena ada satu hal yang kita yakini dan amini. Bahwa Sang Pencipta yang Maha Pengasih mempersiapkan jodoh yang baik saat kita memperbaiki diri.

Hingga akhirnya, kita bersyukur dapat bertemu, saling memiliki, dan bersanding dengan jodoh kita hingga ujung usia. Bersyukur menemukanmu yang bisa melengkapi sebagai pasangan di semua rasa, sebagai saudara untuk mengingatkan, dan sebagai sahabat untuk berbagi cerita. Ya, kamu jodohku yang sudah dipersiapkan Tuhan. Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Itu hanya cara Tuhan untuk melayakkan kita sebelum bertemu.

“Untukmu, seseorang yang akan menemaniku di masa depan. Aku menantimu bersama semua pengabdianku yang tertanda serta keping cinta yang tak sempurna, disini aku menantimu dalam taat.”


Penulis : Mita Wahyuningrum, S.Pd.

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239