Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

KEPEMIMPINAN : NEGARAWAN TELADAN

 

Kepemimpinan : Negarawan Teladan

Definisi kepemimpinan menurut: Ralph M. Stogdill, Kepemimpinan adalah 

proses pelibatan kelompok, pengaruh kepribadian, dan seni meminta kerelaan. Kepimimpinan juga adlah proses penggunaan pengaruh, persuasi, pencapaian tujuan, interaksi, peran yang diperdebadkan dan perbedaan kelompok.

Menurut Young Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus. [Kartono: 2003]

Negarawan teladan atau pemimpin teladan sebenarnya, sampai saat ini adalah Nabi Muhammad SAW, beliau adalah sosok yang memenuhi semu kualifikasi tersebut. Sukses yang diraihnya tak pernah pudar, dan masih dirasakan oleh dunia hingga sekarang ini. Nabi Muhammad SAW memang memiliki karakteristik kepemimpinan politik yang istimewa. Ia tidak hanya pembaru sosial, tetapi seorang pendiri peradaban besar.

Pada langkah awal, Nabi berjuang mendirikan sebuah bangsa dengan menyatukan para pemeluknya, lalu merancang sebuah civilization yang dibangun berdasarkan kerjasama kelompok-kelompok terkait. Hal tersebut dipraktekkan secara lengsung oleh Nabi Muhammad di Madinah, karena pada saat itu Masyarakat Madinah sudah terbiasa dengan perpecahan.

Nabi Muhammad SAW dalam pandangan tokoh Non-Muslim: Washington Irving, 1783-1859 mengatakan “dia makan secara sederhana dan bebas dari minuman keras, serta sangat gemar berpuasa. Dia tidak menuruti nafsu bermewah-mewah dalam berpakaian, tidak pula ia menuruti pikiran yang sempit. Dalam urusan pribadinya dia bersipat adil. Dia memperlakukan kawan dan orang asing, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dengan orang lemah, dengan cara yang adil. Dia dicintai oleh rakyat jelata karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka. [msa].

Keberhasilan militernya bukanlah kememngan yang sia-sia dan sekali-kali tidak membuatnya merasa bangga, karena tujuan semuanya itu bukan untuk kepentingan pribadinya. Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, ia tetap sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti ketika dia dalam keadaan sengsara. Sangat berbeda dengan seorang raja, dia tidak suka, ketika memasuki ruangan, orang menunjukan penghormatan yang berlebihan kepadanya”.

Fungsi Kepemimpinan

1. Pemimpin sebagai eksekutif

Sering kali disebut sebagai administrator atau manajer. Fungsinya adalah  menerjemahkan kebijaksanaan menjadi suatu kegiatan, dia memempin dan mengawasi tindakan orang-orang yang menjadi bawahannya. Dan membuat keputusan-keputusan yang kemudian memerintahkannya untuk dilaksanakan. Kepemimpinan ini banyak ditemukan didalam masyarakat dan biasanya bersifat kepemerintahan, mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah memerlukkan fungsi tersebut.

2. Pemimpin sebagai penengah

Dalam masyarakat modern, tanggung jawab keadilan terletak di tangan pemimpin dengan keahliaanya yang khas dan ditunjuk secara khusus. Ini dikenal dengan pengadilan. Dan bidang lainnya, umpamanya dalam bidang olahraga, terdapat wasit yang mempunyai tugas sebagai wasit atau penengah pertandingan pada saat terjadi perselisihan antara kedua belh pihak.

3. Pemimpin sebagai penganjur

Sebagai propagandis, sebagai juru bicara, atau sebagai pengarah opini merupakkan orang-orang penting dalam masyarakat. Mereka bergerak dalam bidang komunikasi dan publistik yang menguasai ilmu komunikasi. Penganjur adalah sejenis pemimpin yang memberi inspirasi kepada orang lain. Seringkali ia merupakkan orang yang pandai bergaul dan fasih berbicara.

4. Pemimpin sebagai ahli

Pemimpin sebagai ahli dapat dianalogikan sebagai instruktur atau seorang juru penerang, berada dalam posisi yang khusus dalam hubungannya dengan unit sosial dimana dia bekerja. Kepemimpinannya hanya berdasarkan fakta dan hanya pada bidang dimana terdapat fakta. Termasuk dalam kategori ini adalah guru, petugas sosial, dosen, dokter, ahli hukum, dan sebagainya yang mencapai dan memelihara pengaruhnya karena mereka mempunyai pengetahuan untuk diberikkan kepada orang lain

5. Pemimpin Diskusi

Tipe pemimpin yang seperti ini dapat dijumpai dalam lingkungan kepemimpinan yang demokratis dimana komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Seseorang yang secara lengkap memenuhi kriteria kepemimpinan demokratis ialah orang yang menerima peranannya sebagai pemimpin diskusi.

Pemimpin Ideal adalah Negarawan Sesungguhnya.

Islam adalah landasan dasar dalam perumusan system, gerakan moral dan etika politik pemerintahan, sehingga kebijakan-kebijakan politik penguasa senantiasa harus merujuk pada prinsip-prinsip ajaran agama Islam. Kepemimpinan ideal sesungguhnya, dapat dilihat dari kemampuan seorang pemimpin yang dapat menjaga kredibilitas, kedisiplinan, konsistensi, komitmen, visi, dan kehidupan yang sederhana artinya tidak berlebihan dalam segala sikap dan tindakan. [msa]

Maka dari itu, pemimpin yang ideal dari sebuah Negara atau pemerintahan adalah sosok negarawan yang memiliki kriteria seorang pemimpin teladan dengan kapasitas moral yang tinggi, akhlak yang baik dan keadilan yang menyeluruh. Itu prasyaratnya agar terciptanya kehidupan yang baik bagi bangsa dan Negara.

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239