Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Silahkan pilih jenis kategori

Mengatasi Sifat Iri dan Dengki

Picture by griyaquran.org

Nama : Hamba Allah

Alamat Email

Usia : 21 tahun

Alamat : Brebes

Pertanyaan yang dikonsultasikan

Assalamualaikum ustadz/ustadzah. Ust saya ingin menanyakan, bagaimana sih ust kalau misalkan kita punya rasa iri dan dengki yang terus menghantui padahal dalam hati yang paling dalam kita tidak ingin mempunyai rasa iri dan dengki akan tetapi rasa itu selalu datang tanpa diinginkan sama sekali dan itu sangat membuat tidak nyaman. Apakah itu juga salah satu bentuk ujian dari Allah? Lalu bagaimana kita mengatasinya yaitu rasa iri dan dengki datang tanpa diinginkan. Syukron Katsir ust. Jazakumullah kahiran katsiran.

16/08/18 20.04 dikirimkan

 

JAWABAN KONSULTASI

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Iri, dengki atau hasad –istilah yang hampir sama- adalah menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Asal sekedar benci orang lain mendapatkan nikmat itu sudah dinamakan hasad, itulah iri. Hasad seperti inilah yang tercela. Adapun ingin agar semisal dengan orang lain, namun tidak menginginkan nikmat pada orang lain itu hilang, maka ini tidak mengapa. Hasad model kedua ini disebut ghibthoh. Yang tercela adalah hasad model pertama tadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Janganlah kalian saling hasad (iri), janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi (saling mendiamkan/ menghajr). Jadilah kalian bersaudara, wahai hamba Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada beberapa cara untuk mengatasi iri hati dan dengki, di antara yaitu :

Bersyukur

Janganlah kita menganggap Allah tidak adil karena memberikan rahmat yang lebih banyak kepada orang lain, sebaiknya kita mengingat-ingat betapa banyak rahmat yang telah Allah berikan kepada kita. Syukuri setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita, karena sesungguhnya Allah akan memberi lebih banyak pada mereka yang bersyukur. Lagipula, yang kita lihat hanya kesuksesan orang tersebut tanpa kita tahu usaha yang dilakukannya. Bisa jadi dia memang melakukan usaha yang jauh lebih besar daripada yang kita lakukan selama ini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)

Selalu memandang orang yang di bawahnya dalam masalah dunia.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِى الْمَالِ وَالْخَلْقِ ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ

Jika salah seorang di antara kalian melihat orang lain diberi kelebihan harta dan fisik [atau kenikmatan dunia lainnya], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari no. 6490 dan Muslim no. 2963)

Pertebal Iman dan Yakin kepada Allah SWT

Sesungguhnya Allah itu sesuai dengan prasangka makhluknya. Jika kita berprasangka baik, maka Allah pun akan memberikan jalan yang baik bagi kita. Jika kita berprasangka buruk, maka jalan buruklah yang akan kita tempuh. Kita tidak pernah tahu alasan Allah memberikan ujian dan rahmat kepada makhluknya. Maka berserah dirilah kepada Allah kerena sesungguhnya lebih banyak yang tidak kita ketahui daripada yang kita ketahui.

Sesungguhnya Segala Sesuatu yang Ada di Dunia Ini Adalah Ujian dari Allah

Baik itu adalah kekayaan, kemiskinan, kepopuleran maupun keterpurukan, semua adalah ujian dari Allah. Pada saat kita iri terhadap kekayaan yang dimiliki orang lain, kekayaan itu sesungguhnya ujian bagi orang tersebut, dan kita juga tidak pernah tahu orang yang kita cemburui mungkin sedang berusaha melewati ujian yang kita tidak lihat.

Berdoa dan Mendoakan

Setiap kali kita merasa iri hati atas keberuntungan yang didapat orang lain, berdoalah kepada Allah. Berdoalah agar Allah menyucikan hati kita, jangan sampai kita mendoakan keburukan terhadap orang lain hanya karena iri hati yang mengerikan. 

Di samping itu kita juga berusaha mendoakan kebaikan bagi orang lain, dengan demikian kita akan mendapatkan kebaikan yang serupa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Do’a seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang bertugas mengaminkan do’anya kepada saudarany). Ketika dia berdo’a kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang semisal dengannya.” (HR. Muslim no. 2733)

Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin.


 

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239