Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Grand Open Mentoring 2019

Grand Open Mentoring 2019

“Dengan Mentoring Menumbuhkan Nilai-nilai Hijrah untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik”

Bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, ribuan mahasiswa telah mengikuti kegiatan Grand Opening Mentoring. Acara yang dilaksanakan tanggal 6 September 2019 pagi hari waktu setempat tersebut merupakan kegiatan pembekalan ilmu akhlaq keislaman, motivasi hijrah, dan semangat mencapai sukses dunia dan akhirat.

Masih dalam suasana tahun baru hijriyah, kegiatan Grand Opening Mentoring kali ini mengundang tokoh hijrah Salman Al Jugjawy, atau yang dikenal juga sebagai Sakti Ari Seno ex. gitaris SheilaOn7. Turut hadir juga Wakil Rektor III, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), segenap Dekan, dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Grand Opening Mentoring kali ini, Akhmad Darmawan, SE., M.Si., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam dan Kemuhammadiyahan menyampaikan ada tiga hal yang bisa menjadikan hidup lebih mudah, indah, dan terarah. Yakni ilmu, seni, dan agama. Menurutnya ketiga hal ini bisa membuat hidup kita lebih bermakna dan bergairah.

Dikutip dari laman ump.ac.id,  Ketua LPPI UMP Dr Darojat Mag menyampaikan bahwa kegiatan mentoring sengaja diberikan kepada mahasiswa baru, sebagai dasar pijakan pembentukan jati diri karakter mahasiswa. Diharapkan dari kegiatan tersebut, akan melahirkan generasi-generasi yang ulul albab. Yakni generasi yang memiliki karakter beriman, berpengetahuan tinggi, berakhlak mulia, tekun beribadah, berjiwa sosial, dan bertakwa.

”Mentoring berpusat di lingkungan UMP yang menjadi wadah dan sarana mahasiswa belajar tentang agama Islam dan hal bermanfaat lain bersama mentor di lingkungan UMP. Mentoring ini diharapkan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu dalam paparannya, Salman Al Jugjawy menebarkan semangat hijrah kepada para mahasiswa yang hadir. Mantan gitaris yang memutuskan berhenti dari bandnya dan mulai mendalami ilmu agama sejak 2004 lalu itu mengajak untuk menjadikan mentoring sebagai sarana meningkatkan ketakwaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Beliau memaparkan bahwa untuk sukses di dunia saja, kita perlu banyak mujahadah dan pengorbanan yang besar, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Apalagi untuk kesuksesan di akhirat, maka jangan sampai kita lalai untuk selalu bermujahadah dan bertaqorrub kepada Allah dengan cara mencontoh para sahabat dan para ulama dalam menerima ajaran agama dan mempraktikkannya.

Sebagai penutup, Salman Al Jugjawy memberikan pesan kepada mahasiswa dan seluruh orang yang hadir agar senantiasa mengingat Allah, beribadah, dan berdakwah. Karena kita hidup di dunia bukan selamanya, akhirat lah tempat berakhir kita dan menjadi ahli surga harus dijadikan sebagai tujuan, dunia hanya menjadi tempat singgah saja.

Workshop Penyusunan RPS Islam dan Ilmu Pengetahuan Tahun Akademik 2018-2019

Sabtu, 23 Rabi’ul Awwal 1440 H/01 Desember 2018 M, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Islam dan Ilmu Pengetahuan yang dihadiri para dosen pengampu mata kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan dari tiap prodi, dan juga instruktur LPPI.

Bertempat di Ruang Sidang Kantor Pusat UMP, workshop ini diadakan sebagai bentuk usaha demi terwujudnya kampus UMP yang islami. Yaitu dengan merancang kurikulum pembelajaran yang mengintegrasi ilmu pengetahuan dan Islam, dengan dua pembicara, yaitu H. Mintaraga Eman Surya, Lc., MA. dan Teguh Yulianto, MMMMMMM?

Workshop ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang membahas tentang keajaiban penciptaan makhluk Allah, serta anjuran agar manusia senantiasa mentafakkuri dan mentadabburi ayat-ayat Al Quran. Karena di dalam Al Quran sendiri terdapat banyak ayat yang membahas keragaman ilmu pengetahuan, yang sepatutnya dijadikan dasar berilmu oleh umat islam.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Kemudian sambutan yang disampaikan oleh Dr. Darojat selaku ketua LPPI sekaligus membuka kegiatan Workshop Penyusunan RPS Islam dan Ilmu Pengetahuan. Dalam sambutannya beliau mengharapkan kegiatan yang merupakan amanat Rapat Kerja (Raker) UMP ini dapat merealisasikan terwujudnya program UMP yang memiliki keunggulan dalam kurikulum berbasis epistemologi islam dalam membangun ilmu pengetahuan di masing-masing prodi.

Dr. Darojat menambahkan, “dalam rangka mensukseskan satu tahapan UMP memiliki keunggulan komparatif dan berbasis epistemologi islam, saya kira pelaksanaan workshop penyusunan RPS Islam dan Ilmu Pengetahuan ini sangat penting untuk menyiapkan generasi yang unggul dan islami”.

UMP sebagai institusi pendidikan beserta tenaga pendidiknya secara individu memiliki posisi yang strategis dalam amal jariyah, --seperti yang di sampaikan oleh Dr. Darojat dalam sambutannya--  karena bertugas mentransfer ilmu, mendidik, dan memberikan penguatan aqidah, akhlak, wawasan keilmuan, serta mengantarkan mahasiswa menjadi generasi yang unggul sekaligus memiliki rasa khosyyah kepada Allah.

Sebagai tindak lanjut dari diadakannya workshop ini, diharapkan juga adanya indikator keunggulan keislaman di UMP yang bisa diukur saat ada visitasi akreditasi. Yaitu dengan munculnya RPS serta pembelajaran islam dan ilmu pengetahuan dengan integrasi dan interkoneksi.

Dan yang tak kalah penting adalah adanya aktualisasi dan implementasi dari RPS itu sendiri, yang nantinya dapat mengantarkan mahasiswa memiliki kedalaman spiritual keislaman dan akhlak yang baik yang terlihat khususnya di lingkungan kampus UMP. Selain RPS, para dosen juga diminta kesiapannya membantu program LPPI dalam menyusun buku ajar Islam dan Ilmu Pengetahuan di masing-masing prodi.

Workshop kemudian dilanjutkan ke acara inti, yaitu pemaparan materi oleh kedua pembicara yang dimoderatori oleh Istianah, Lc., M.Hum. Untuk materi pertama, pengantar dalam konsep islamisasi ilmu pengetahuan, yang disampaikan oleh H. Mintaraga Eman Surya, Lc., MA.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa UMP sebagai universitas islam seharusnya bisa membangun paradigma ilmu pengetahuan sendiri berasaskan keislaman, dengan kekhususan yang dibangun yaitu Catur Dharma.

Kemudian sesi kedua oleh Teguh Julianto, S.Pd., M.Si. Materi yang disampaikan lebih fokus kepada teknis pembuatan RPS yang terintegrasi dengan menyamakan formatnya untuk seluruh prodi beserta penjelasan poin per poinnya.

Keren, Pegawai UMP Pasti Bisa Khutbah!

 


Purwokerto, Sabtu, 2 Rabi'ul Awwal 1440 H/10 November 2018 M. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan “Pelatihan Khatib Jum’at bagi Pegawai (Karyawan & Dosen) UMP”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung A Kantor Pusat Rektorat Lantai dua yang diikuti oleh segenap pegawai dan dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Hadir dalam acara ini Ust. Arief Fauzi, S.Pd.I., Lc. Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Zamzam Cilongok sebagai pengisi materi pada pelatihan khatib kali ini. Pelatihan ini diikuti  sekitar 50 peserta yang terdiri dari dosen dan karyawan UMP, acara tersebut langsung dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H.

Acara “Pelatihan Khatib Jum’at bagi Pegawai (Karyawan & Dosen) UMP” ini diawali sambutan dari Ketua LPPI beliau Ust. Dr. Darodjat, M.Ag, dengan mengutip hadits nabi Muhammad SAW “Barang siapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya”.  Beliau menyampaikan betapa mulianya seorang pendai dalam hal ini menjadi khatib, karena menunjukan kepada kebaikan bagi jamaah yang mendengarkan.

Dalam sambutannya beliau Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H. menyampaikan harapannya agar UMP melalui pelatihan khatib jum’at ini dapat memenuhi kebutuhan khatib dan imam bagi masjid-masjid sekitar UMP khususnya dan lingkungan masjid daerah Banyumas umumnya.  Warga UMP diharapkan mampu memenuhi kebutuhan da’I, imam dan khatib di lingkungan tempat tinggalnya sehingga hal ini diharapkan mampu menguatkan syi’ar UMP dan Muhammadiyah di masyarakat.

Selain itu di sela-sela sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H. juga menghimbau kepada peserta pelatihan agar senantiasa menjaga kerukunan umat dengan tidak menimbulkan pertentangan meski memiliki perbedaan pendapat terutama saat ini mendekati musim pergantian pemimpin. Hendaknya khatib memilih ayat dan materi yang betul-betul dikuasai sehingga tidak memberikan ceramah yang salah dan menyesatkan bagi umat. Polemik seperti ini banyak ditemui di masyarakat karena khatib kurang menguasai dan bahkan kurang faham terhadap materi yang disampaikan sehingga menimbulkan pertentangan dari perbedaan pendapat dan bahkan ditinggalkan oleh jamaahnya karena kurang menarik dalam menyampaikan materinya.

Menurut Ust. Muammar sebagai staf bidang pelayanan masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengamalan Islam (LPPI) pelaksanaan pelatihan khatib pegawai UMP ini dilatar belakangi oleh banyaknya dosen dan karyawan UMP yang berkopenten dalam berbagai bidang disiplin ilmu namun kurangnya menguasai tatacara dan aturan dalam berkhutbah dengan baik dan benar. Maka berawal dari masalah yang ada tersebut “Pelatihan Khatib Jum’at Pegawai UMP” ini diharapkan dapat semakin menambah wawasan para pegawai dan dosen tentang hal ihwal tatacara khatib jumat sesuai dengan tuntunan syariat agama. “Apabila para dosen dan pegawai UMP yang menguasai berbagai disiplin ilmu ini mengerti tatacara dan aturan dalam berkhutbah akan sangat baik untuk menambah hasanah warna keilmuan yang diusung dalam materi khutbahnya, materinya berbobot dengan cara dan aturan yang benar sesuai tuntunan agama.” Tutur Ust. Muammar. (by)

 

Orientasi Mahasiswa Kader Tahun Akademik 2018-2019

Jumat, 03 Safar 1440 / 12 Oktober 2018 M, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Kader untuk tahun Akademik 2018-2019 yang bertema, “Membentuk Kader yang Religius, Cerdas, Dinamis dan Militan”.

Bertempat di Ruang Sidang Kantor Pusat UMP, kegiatan ini diadakan untuk memberikan motivasi dan pembekalan kepada Mahasiswa Kader UMP yang diharapkan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya di lingkungan kampus UMP.

Orientasi yang dihadiri mahasiswa kader lama maupun baru ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Darojat selaku ketua LPPI. Beliau mengharapkan mahasiswa yang telah terseleksi siap menjadi mahasiswa kader dengan tanggung jawab sebagai pelangsung visi misi kampus UMP yaitu unggul, modern dan islami.

Selanjutnya, sambutan oleh Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan, Kerjasama dan AIK, Dr. Jebul Suroso S.Kep Ns M.Kep. sekaligus membuka kegiatan Orientasi Mahasiswa Kader. Beliau menekankan peran Mahasiswa Kader agar menjadi wajah dari mahasiswa UMP. Kader juga harus memiliki kemampuan minimal membaca al-Qur’an, yang menjadi bekal dasar untuk masuk ke dalam dunia dakwah.

Dr. Jebul juga mengharapkan kader berbeda dari mahasiswa biasa lainnya, memiliki banyak ide dan terobosan pemikiran. Seperti yang dicontohkan oleh Muhammad Al Fatih, penakluk Konstantinopel  yang kala itu masih berusia muda.

Setelah orientasi ini, mahasiswa kader akan mengikuti berbagai macam kegiatan pengkaderan. Diantaranya kegiatan ta’lim, tahfizh, kegiatan bahasa serta membantu LPPI dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman di UMP. Sebagian besar kader akan masuk Pesantren Mahasiswa Kader (PESMAKA), yang di dalamnya kegiatan pengkaderan menjadi lebih kondusif dan terkontrol.

Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan UMP Edisi Muharram 1440 H

Purwokerto, (29/9). Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan bagi dosen dan karyawan. Kajian bulan Muharram kali ini mengusung tema “Refleksi Hijrah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” yang disampaikan oleh Ust. Dr. Ibnu sholeh, M.A., M.P.I. dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Pada kajian kali ini Ust. Ibnu Sholeh memaparkan pentingnya hijrah dalam artian memperbaiki diri dari sifat-sifat buruk menuju pada diri yang bersifat baik. Maka hijrah ini bisa dimulai dari diri sendir terlebih dahulu kemudian diterapkan dilingkup keluarga sehingga memulai dari lingkup kecil diharapkan dapat berdampak terhadap lingkup yang lebih besar yaitu dalam lingkup bangsa dan negara.

Sejarah telah mencatat bahwa selama perjalanan pascakemerdekaan negara Republik Indonesia, masyarakat kita senantiasa terbenturkan dengan perang ideologi. Peperangan ideologi dari di awal pascakemerdekaan Indonesia terlihat jelas antara ideologi Islam dengan ideologi komunis sosialis dari timur. Selanjutnya peperangan ideologi di negara kita ini terus berlanjut hingga sekarang kita dihadapkan dengan ideologi kapitalis. Selain itu juga islam dibenturkan dengan penyakit baru yang bernama SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme) hal ini sangat berbahaya bagi ketauhidan masyarkat muslim di Indonesia. Daripada itu, pada kesempatan ini Ust. Ibnu Sholeh mengajak seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto baik dari dosen mau karyawan untuk senantiasa membentengi diri dan keluarga dari penyakit SEPILIS ini dengan cara selalu meningkatkan iman dan takwa.

Dr. Ibnu Sholeh pada kesempatan ini juga menyampaikan bahayanya perang ideologi di lingkungan kampus yang mempunyai sasaran para mahasiswa-mahasiswi. Hal ini jika dibiarkan dan tidak segera ditangani maka akan membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Maka sejatinya bahwa semangat hijrah hendaknya tidak hanyamenjadi momentum tahunan yang hanya semangat di awalnya saja namun harus terus disemarakan setiap harinya dengan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Begitu banyak kemasan baru, produk dengan sampul baru yang nyatanya isinya adalah penyakit SEPILIS tersebut. Selain dengan meningkatkan iman dan taqwa dalam diri dan keluarga hendaknya kita masyarakat muslim khususnya di lingkungan civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purwokerto hendaknya menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik.   

 

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239