Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

UMP Gelar I’tikaf Rutin Dosen dan Karyawan

Masjid Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah menggelar i’tikaf rutin Dosen dan Karyawan.

Rangkaian I’tikaf yang bertajuk Khittah Muhammadiyah dalam Upaya menjaga kerukunan umat ini dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama, Kamis – Ahad  (31/5 - 3/6), gelombang kedua, Ahad – Rabu, (3-6/6), dan gelombang tiga dilaksanakan Rabu – Sabtu (6-9/6).

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMP Dr. Darojat, Mag mengungkapkani’tikaf kali ini adalah i’tikaf yang ke enam. “Maka hraus ada peningkatan baik secara materi maupun pengamalan. Dengan i’ktikaf ini berharap dan berdo’a untuk menjadi orang-orang yang untung dan berbahagia,” tandasnya.

Menurutnya, karena tahun ini merupakan tahun politik, dengan diadakannya i’tikaf dosen dan karyawan bisa menggetarkan untuk menjadi masyarakat yang cerdas.

“Berharap juga Allah SWT menuntun kita untuk mewujudkan orang-orang yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik sehingga mengantarkan menjadi masyarakat yang tercerahkan atau baldatun toyibatun warobun ghofur,” ungkapnya.

Rektor UMP Dr.H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H., menjelaskan UMP memiliki visi menjadi universitas unggul, modern dan islami.

“Unggul adalah universitas memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang   pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan manajemen.Modern adalah universitas selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru (mutakhir) sesuai dengan kebutuhan zaman.Dan Islami adalah penyelenggaraan universitas berlandaskan prinsip dan nilai Al-Qurān dan Al-Sunnah,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu Badan Pembina Harian (BPH) UMP Drs. H. Akhmad Kifni mengungkapkan rasya syukur kepada Allah, diharapkan kegiatan iktikaf bisa bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

“Dengan rasa syukur kepada Allah kegiatan i’tikaf UMP diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat,” tutupnya. (tgr)

SELEKSI MENTEE DAN MENTOR BERPRESTASI 2018

Hasil seleksi.

Purwokerto, Senin 23/4/2018. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, untuk kelima kalinya kembali mengadakan seleksi Mentor dan Mentee berprestasi yang diadakan setiap tahun,Seleksi ini dilaksanakan di Gedung J tepatnya di Kantor LPPI UMP, seleksi tulis dan wawancara diadakan dari tanggal 17 – 21 April 2018.

Photo: suasana Tes tertulis

Seleksi pada tahun ini mengalami kenaikan, setidaknya ada 40 peserta yang terdiri dari 15 Mentor dan 25 Mentee. Jumlah ini memang tidak sebanding dengan jumlah  Mentee di  Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Padahal pada tahun tahun masuk mahasiswa angkatan angkatan 2017 mencapai 2500 mahasiswa. mahasiswa itu digolongkan sebagai Mentee. Jika dikalkulasi mahasiswa yang mengikuti seleksi Mentee hanya dikisaran 1%, tentu hal ini tidak sesuai dengan harapan panitia.

Selaku Ketua Panitia dan Koorbid. PPAIK LPPI UMP Ustadz. Achmad Husain menjelaskan, “Mengenai sosialisai pemilihan Mentor dan Mentee berprestasi sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, bahkan sejak mahasiswa baru mengikuti Best, disitu ditayangkan Mentor dan Mentee yang berprestasi mendapatkan piagam penghargaan, beasiswa PPA UMP, dan  Sit In Singapura - Malaysia. Namun pada saat pendaftaran Mentor dan Mentee berprestasi dibuka, banyak mahasiswa yang tidak ikut.  Mungkin,  mereka  masih  kurang percaya diri. Intinya kendala itu muncul dari dalam diri mereka sendiri,”tuturnya.

Salah satu Peserta Seleksi Mentor, Nabila mengungkapkan, salah satu kendalanya adalah latar belakang. “hal  yang  saya  temui  dilingkungan saya, memang latar belakang mereka ada yang bukan dari Muhammadiyah, dan mereka paham syarat menjadi Mentor berprestasi, harus diuji tentang pemahaman kemuhammadiyahan.  Kalau  kendala  bagi  saya  sendiri, muncul karena; pemahaman tentang ilmu Al Quran yang masih setandar, pengetahuan kemuhammadiyahan, dan ibadah amaliyah yang masih setandar. selain itu, faktor individu juga berpengaruh,  kebanyakan peserta  merasa  rendah  diri. Apalagi melihat  potensi  teman-teman  yang  cukup  besar,  seperti hafiz Al Quran yang sudah jelas ibadah amaliyahnya bagus,” ucapnya.

“Tujuan pemilihan Mentor dan Mentee berprestasi tidak lain untuk mencari bibit kader unggul dari Mentee untuk jadi Mentor.  Persyaratan untuk menjadi Mentor dan Mentee hampir sama. Secara administrasi mereka harus mengisi buku Moslem Diary, buku Nine Golden Habit, ditambah presensi minimal 80% harus hadir, selanjutnya tes tertulis, wawancra, dan penilaian karya tulis dengan tema Ide Program Kreatif Islamisasi  Kampus. Dan  yang terahkhir akan dipilih 3 besar,  yaitu mereka yang masuk 3 besar akan mempresentasikan karya tulisnya untuk menentukan siapa yang menjadi terbaik 1, 2 atau 3 di Seleski Mentor dan Mentee Berprestasi tahun 2018,” ucap Ustadz. Husain. (Mindri)

 

TOT Tahsinul Qur'an UMP

Training of Trainer (TOT) Tahsinul Qur’an

 

 

Purwokerto (23/3). Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Tahsinul Qur’an. Hadir sebagai pemateri direktur dan sekaligus pendiri “Rumah Tajwid” Depok, Ust. Hartanto Saryono,Lc. Al-Hafidz. Acara yang dilaksanakan di Masjid Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada hari Jum’at 23 Maret 2018 ini di ikuti oleh 85 peserta yang terdiri dari seluruh Ustadz dan ustadzah LPPI, AMM Banyumas, Staff Pengajar Madrasah Muallimin Purwokerto, Mahasantri Pesmaka KH. Abu Daridiri dan Mahasiswa Fakultas Agama Islam UMP.

 

Ustadz. Ahmad Husein sebagai Koorbid PPAIK (Pengamalan dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) LPPI Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyampaikan bahwa, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar Al-Qu’an (pembimbing BIBAQ) dan selain daripada itu kegiatan ini diharapkan dapat menunjang program pemberantasan buta huruf Al-Quran bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto guna mewujudkan motto UMP Unggul Modern dan Islami.

 

Materi yang disampaikan oleh Ustadz. Hartanto meliputi pengantar tentang pembelajaran bacaan Al-Qur’an sehingga hal ini mengingatkan kembali tentang keutamaan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Sesi kedua dilanjutkan materi tentang makhrojul huruf (tempat keluarnya huruf) kemudian dilanjutkan sesi ketiga yaitu mengenal tanda baca mushaf Madinah.

 

Sebagaimana yang disampaikan oleh Saudara M. Alfian Nurul Azmi selaku salah satu  Panitia Pelaksana, mengharapkan semoga kegiatan ini menjadi pintu awal bagi kegiatan sejenis yang lebih baik lagi dengan harapan  untuk dapat mendalami ilmu bacaan Al_Qur’an dengan baik dan benar serta lebih banyak lagi peserta yang dapat mengikutinya. (Ubay)

 

Shalat Subuh Berjamaah: Gerakkan Budaya Shalat Berjamaah

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggerakkan seluruh civitas akademik untuk shalat lima waktu berjamaah. Bertepatan pada 26 Januari 2018 di Masjid KH. A Dahlan diselenggarakan sholat subuh berjamaah. Turut hadir Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad M.H., Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Dr. Darojat M.Ag., dan sebanyak 700 lebih jamaah shalat subuh.

Selengkapnya: Shalat Subuh Berjamaah: Gerakkan Budaya Shalat Berjamaah

LPPI UMP Gelar Penguatan Kurikulum AIK

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah sudah sepatutnya untuk menanamkan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyah (AIK). Upaya tersebut dilakukan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMP melalui matakuliah AIK untuk mahasiswa UMP. Karena sebuah mata kuliah maka pada 23 Januari 2018 bertempat di Ruang Sidang UMP diselenggarakan kegiatan penguatan AIK dalam bentuk kurikulum yang digunakan oleh Dosen pengampu AIK.

Dalam kesempatan ini disampaiakan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr Anjar Nugroho M.Si, Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan, Kerjasama dan AIK  Dr. Jebul Suroso S.Kep Ns M.Kep. dan dosen pengampu mata kuliah tersebut membahas mengenai Penguatan AIK menuju pembelajaran yang unggul.

Dalam materinya, Dr. Anjar Nugroho M.Si., mengatakan bahwa sebuah kampus yang Unggul Modern dan Islami, keislaman menjadi faktor penting dalam kehidupan civitas akademik. “Terlebih lagi visi misi UMP yang memang mengarah kesana, pikirkan lagi apakah kita sudah berfikir Integrated untuk kehidupan kampus kita, karena memang suatu kesatuan dibutuhkan untuk kemajuan kampus dalam mewujudkan kampus yang bernafaskan Islam”,  tegasnya.

Sejalan dengannya, Dr. Jebul Suroso S.Kp., Ns., M.Kp., menambahkan mengenai materi Penguatan Kampus Islami dalam menyiapkan kader untuk berdakwah. Menurutnya UMP memang sudah merupakan Institusi dakwah islam melalui penyelenggaraan catur dharma perguruan tinggi yang tercemin dalam lima hal.  “Manajerial dan tata kelola, sarana dan prasarana, Sumber daya manusia, pembelajaran, riset dan pengabdian kemahasiswaan”, jelasnya.

Dalam diskusi tersebut penguatan AIK sangat diperlukan. Hal ini tercemin dari kualitas mahasiswa serta institusi yang bernafaskan islami dengan menerapkan nilai-nilai Islami, baik dalam segi muatan pendidikan dan perilaku insan kampus maupun lingkungan sekitar kampus. (han/sls)

 

 

 

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239