Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Orientasi Mahasiswa Kader Tahun Akademik 2018-2019

Jumat, 03 Safar 1440 / 12 Oktober 2018 M, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Kader untuk tahun Akademik 2018-2019 yang bertema, “Membentuk Kader yang Religius, Cerdas, Dinamis dan Militan”.

Bertempat di Ruang Sidang Kantor Pusat UMP, kegiatan ini diadakan untuk memberikan motivasi dan pembekalan kepada Mahasiswa Kader UMP yang diharapkan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya di lingkungan kampus UMP.

Orientasi yang dihadiri mahasiswa kader lama maupun baru ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Darojat selaku ketua LPPI. Beliau mengharapkan mahasiswa yang telah terseleksi siap menjadi mahasiswa kader dengan tanggung jawab sebagai pelangsung visi misi kampus UMP yaitu unggul, modern dan islami.

Selanjutnya, sambutan oleh Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan, Kerjasama dan AIK, Dr. Jebul Suroso S.Kep Ns M.Kep. sekaligus membuka kegiatan Orientasi Mahasiswa Kader. Beliau menekankan peran Mahasiswa Kader agar menjadi wajah dari mahasiswa UMP. Kader juga harus memiliki kemampuan minimal membaca al-Qur’an, yang menjadi bekal dasar untuk masuk ke dalam dunia dakwah.

Dr. Jebul juga mengharapkan kader berbeda dari mahasiswa biasa lainnya, memiliki banyak ide dan terobosan pemikiran. Seperti yang dicontohkan oleh Muhammad Al Fatih, penakluk Konstantinopel  yang kala itu masih berusia muda.

Setelah orientasi ini, mahasiswa kader akan mengikuti berbagai macam kegiatan pengkaderan. Diantaranya kegiatan ta’lim, tahfizh, kegiatan bahasa serta membantu LPPI dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman di UMP. Sebagian besar kader akan masuk Pesantren Mahasiswa Kader (PESMAKA), yang di dalamnya kegiatan pengkaderan menjadi lebih kondusif dan terkontrol.

Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan UMP Edisi Muharram 1440 H

Purwokerto, (29/9). Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan bagi dosen dan karyawan. Kajian bulan Muharram kali ini mengusung tema “Refleksi Hijrah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” yang disampaikan oleh Ust. Dr. Ibnu sholeh, M.A., M.P.I. dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Pada kajian kali ini Ust. Ibnu Sholeh memaparkan pentingnya hijrah dalam artian memperbaiki diri dari sifat-sifat buruk menuju pada diri yang bersifat baik. Maka hijrah ini bisa dimulai dari diri sendir terlebih dahulu kemudian diterapkan dilingkup keluarga sehingga memulai dari lingkup kecil diharapkan dapat berdampak terhadap lingkup yang lebih besar yaitu dalam lingkup bangsa dan negara.

Sejarah telah mencatat bahwa selama perjalanan pascakemerdekaan negara Republik Indonesia, masyarakat kita senantiasa terbenturkan dengan perang ideologi. Peperangan ideologi dari di awal pascakemerdekaan Indonesia terlihat jelas antara ideologi Islam dengan ideologi komunis sosialis dari timur. Selanjutnya peperangan ideologi di negara kita ini terus berlanjut hingga sekarang kita dihadapkan dengan ideologi kapitalis. Selain itu juga islam dibenturkan dengan penyakit baru yang bernama SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme) hal ini sangat berbahaya bagi ketauhidan masyarkat muslim di Indonesia. Daripada itu, pada kesempatan ini Ust. Ibnu Sholeh mengajak seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto baik dari dosen mau karyawan untuk senantiasa membentengi diri dan keluarga dari penyakit SEPILIS ini dengan cara selalu meningkatkan iman dan takwa.

Dr. Ibnu Sholeh pada kesempatan ini juga menyampaikan bahayanya perang ideologi di lingkungan kampus yang mempunyai sasaran para mahasiswa-mahasiswi. Hal ini jika dibiarkan dan tidak segera ditangani maka akan membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Maka sejatinya bahwa semangat hijrah hendaknya tidak hanyamenjadi momentum tahunan yang hanya semangat di awalnya saja namun harus terus disemarakan setiap harinya dengan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Begitu banyak kemasan baru, produk dengan sampul baru yang nyatanya isinya adalah penyakit SEPILIS tersebut. Selain dengan meningkatkan iman dan taqwa dalam diri dan keluarga hendaknya kita masyarakat muslim khususnya di lingkungan civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purwokerto hendaknya menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik.   

 

Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan UMP Edisi Dzulqa'dah 1439 H

 

   Purwokerto, 29 Dzulqa’dah 1439 H/ 11 Agustus 2018 M. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali mengadakan “Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan”. Kajian rutin bulanan kali ini mengusung tema “Fiqh Idul Adha” yang disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Majelis Tarjih dan  Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah beliau Dr. Hamim Ilyas., M.Ag.  

      Tema “Fiqh Idul Adha” dipilih karena mengingat sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Dzul Hijjah, yang mana di bulan Dzul hijjah ini umat Islam akan melaksanakan hari raya Idul Adha yang insya Allah pada tahun ini akan jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2019. Tema ini diangkat dalam kajian bulanan dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan harapan agar seluruh dosen dan karyawan dapat mendalami lebih lanjut terkait fiqh Idul Adha sesuai dengan tuntunan dan fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. 

     Pada kajian bulanan dosen dan karyawan kali ini, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengambil kesempatan untuk mengadakan penggalangan dana bantuan sosial bagi saudara-saudara di Lombok. Sebagaimana kita ketahui bersama beberapa hari lalu tepatnya Minggu malam 5 Agustus 2018 telah terjadi musibah besar gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang memakan korban cukup banyak saudara-saudara kita khususnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ngaji sekaligus bersodaqoh” inilah slogan yang diusung pada pengajian dosen dan karyawan UMP bulan Agustus ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Ust. Azmi selaku Staf LPPI sebagai pelaksana kajian.  

   Dr. Hamim Ilyas., M.Ag. memaparkan pada kajian kali ini dengan detail fiqh qurban. Salah satunya memberikan penjelasan tentang pendapat lain dari larangan pemotongan kuku dan rambut/bulu hewan yang akan dijadikan qurban hingga disembelih. Hal ini menambah wawasan baru bagi dosen dan karyawan karena selama ini masyarakat umum memahami bahwa yang dilarang untuk dipotong adalah kuku dan rambut/bulu shohibul qurban. Dengan demikian dosen dan karyawan diharapkan dapat terbiasa dengan perbedaan pendapat terhadap  pemahaman yang ada. (ubay)

UMP Gelar I’tikaf Rutin Dosen dan Karyawan

Masjid Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah menggelar i’tikaf rutin Dosen dan Karyawan.

Rangkaian I’tikaf yang bertajuk Khittah Muhammadiyah dalam Upaya menjaga kerukunan umat ini dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama, Kamis – Ahad  (31/5 - 3/6), gelombang kedua, Ahad – Rabu, (3-6/6), dan gelombang tiga dilaksanakan Rabu – Sabtu (6-9/6).

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMP Dr. Darojat, Mag mengungkapkani’tikaf kali ini adalah i’tikaf yang ke enam. “Maka hraus ada peningkatan baik secara materi maupun pengamalan. Dengan i’ktikaf ini berharap dan berdo’a untuk menjadi orang-orang yang untung dan berbahagia,” tandasnya.

Menurutnya, karena tahun ini merupakan tahun politik, dengan diadakannya i’tikaf dosen dan karyawan bisa menggetarkan untuk menjadi masyarakat yang cerdas.

“Berharap juga Allah SWT menuntun kita untuk mewujudkan orang-orang yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik sehingga mengantarkan menjadi masyarakat yang tercerahkan atau baldatun toyibatun warobun ghofur,” ungkapnya.

Rektor UMP Dr.H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H., menjelaskan UMP memiliki visi menjadi universitas unggul, modern dan islami.

“Unggul adalah universitas memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang   pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan manajemen.Modern adalah universitas selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru (mutakhir) sesuai dengan kebutuhan zaman.Dan Islami adalah penyelenggaraan universitas berlandaskan prinsip dan nilai Al-Qurān dan Al-Sunnah,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu Badan Pembina Harian (BPH) UMP Drs. H. Akhmad Kifni mengungkapkan rasya syukur kepada Allah, diharapkan kegiatan iktikaf bisa bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

“Dengan rasa syukur kepada Allah kegiatan i’tikaf UMP diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat,” tutupnya. (tgr)

SELEKSI MENTEE DAN MENTOR BERPRESTASI 2018

Hasil seleksi.

Purwokerto, Senin 23/4/2018. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, untuk kelima kalinya kembali mengadakan seleksi Mentor dan Mentee berprestasi yang diadakan setiap tahun,Seleksi ini dilaksanakan di Gedung J tepatnya di Kantor LPPI UMP, seleksi tulis dan wawancara diadakan dari tanggal 17 – 21 April 2018.

Photo: suasana Tes tertulis

Seleksi pada tahun ini mengalami kenaikan, setidaknya ada 40 peserta yang terdiri dari 15 Mentor dan 25 Mentee. Jumlah ini memang tidak sebanding dengan jumlah  Mentee di  Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Padahal pada tahun tahun masuk mahasiswa angkatan angkatan 2017 mencapai 2500 mahasiswa. mahasiswa itu digolongkan sebagai Mentee. Jika dikalkulasi mahasiswa yang mengikuti seleksi Mentee hanya dikisaran 1%, tentu hal ini tidak sesuai dengan harapan panitia.

Selaku Ketua Panitia dan Koorbid. PPAIK LPPI UMP Ustadz. Achmad Husain menjelaskan, “Mengenai sosialisai pemilihan Mentor dan Mentee berprestasi sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, bahkan sejak mahasiswa baru mengikuti Best, disitu ditayangkan Mentor dan Mentee yang berprestasi mendapatkan piagam penghargaan, beasiswa PPA UMP, dan  Sit In Singapura - Malaysia. Namun pada saat pendaftaran Mentor dan Mentee berprestasi dibuka, banyak mahasiswa yang tidak ikut.  Mungkin,  mereka  masih  kurang percaya diri. Intinya kendala itu muncul dari dalam diri mereka sendiri,”tuturnya.

Salah satu Peserta Seleksi Mentor, Nabila mengungkapkan, salah satu kendalanya adalah latar belakang. “hal  yang  saya  temui  dilingkungan saya, memang latar belakang mereka ada yang bukan dari Muhammadiyah, dan mereka paham syarat menjadi Mentor berprestasi, harus diuji tentang pemahaman kemuhammadiyahan.  Kalau  kendala  bagi  saya  sendiri, muncul karena; pemahaman tentang ilmu Al Quran yang masih setandar, pengetahuan kemuhammadiyahan, dan ibadah amaliyah yang masih setandar. selain itu, faktor individu juga berpengaruh,  kebanyakan peserta  merasa  rendah  diri. Apalagi melihat  potensi  teman-teman  yang  cukup  besar,  seperti hafiz Al Quran yang sudah jelas ibadah amaliyahnya bagus,” ucapnya.

“Tujuan pemilihan Mentor dan Mentee berprestasi tidak lain untuk mencari bibit kader unggul dari Mentee untuk jadi Mentor.  Persyaratan untuk menjadi Mentor dan Mentee hampir sama. Secara administrasi mereka harus mengisi buku Moslem Diary, buku Nine Golden Habit, ditambah presensi minimal 80% harus hadir, selanjutnya tes tertulis, wawancra, dan penilaian karya tulis dengan tema Ide Program Kreatif Islamisasi  Kampus. Dan  yang terahkhir akan dipilih 3 besar,  yaitu mereka yang masuk 3 besar akan mempresentasikan karya tulisnya untuk menentukan siapa yang menjadi terbaik 1, 2 atau 3 di Seleski Mentor dan Mentee Berprestasi tahun 2018,” ucap Ustadz. Husain. (Mindri)

 

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239