TES BACA AL-QURAN MAHASISWA BARU ANGKATAN 2019 UMP

Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan Tes Baca Al Quran bagi mahasiswa baru angkatan 2019 selama dua hari di Auditorium Ukhuwah Islamiyah. Yaitu pada hari senin dan selasa 18-19 Jumadal Awwal 1441 H / 13-14 Januari 2020 M.

Kegiatan ini ditujukan untuk mengukur kemampuan membaca Al-Quran mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam rangka mewujudkan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang Islami. Dimulai pada pukul 08.00 pagi, mahasiswa yang terjadwal ujian di hari pertama telah datang memenuhi ruangan. Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh sekretaris LPPI Istianah, Lc., M.Hum., mewakili ketua LPPI yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan kembali pentingnya membaca Al-Quran. Karena dengan bisa membaca Al-Quran berarti telah membuka pintu untuk memahami ajaran agama islam lebih dalam. Betapa banyak umat islam yang hanya sesekali membaca Al-Quran. Padahal membaca Al-Quran mendatangkan banyak kebaikan bagi ketaqwaan seseorang.

“Ada dua aspek nilai jika bisa membaca Al-Quran. Yakni ukhrowi dan duniawi. Untuk ukhrowi salah satunya adalah ketika ditanya oleh malaikat di dalam kubur tentang apa kitab pedoman agama islam, kita bisa dengan yakin mengatakan bahwa itu adalah Al-Quran. Maka bagaimana kita bisa yakin menjadikan Al-Quran sebagai pedoman agama islam kalau kita sendiri belum bisa membacanya”, paparnya.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berlandaskan agama islam mensyaratkan mahasiswanya untuk bisa membaca al Quran. “… Kemudian dari segi duniawi, kemampuan membaca Al-Quran menjadi syarat untuk bisa mengikuti salah satu mata kuliah wajib di UMP. Syahadah (sertifikat) lulus baca Al-Quran juga digunakan untuk mengajukan pendaftaran KKN dan wisuda”, tambah Istianah.

Sebelumnya, mahasiswa baru angkatan 2019 harus mengikuti placement test baca Al-Quran ketika sudah terdaftar sebagai mahasiswa di awal tahun perkuliahan. Jika dinyatakan lulus, mahasiswa bisa menunggu untuk mengambil syahadah (sertifikat) lulus membaca Al-Quran. Akan tetapi jika dinyatakan belum lulus, maka mahasiswa harus mengikuti tes ulang secara serentak yang diadakan setelah ujian akhir semester dalam dua hari ini.

Dalam jangka waktu satu semester, mahasiswa telah diberi bimbingan membaca Al-Quran secara kolektif yang mudah-mudahan menjadi bekal mereka untuk bisa lulus tes. Begitu juga dengan mahasiswa yang belum lulus membaca Al-Quran pada tes serentak kali ini. Mereka bisa mengikuti program Bimbingan Intensif Belajar Al-Quran (BIBAQ) oleh LPPI yang akan dimulai pada semester genap tahun ajaran 2019-2020.

Harapan dan tujuan daripada kegiatan ini tentunya bukan hanya untuk memetakan kemampuan baca Al-Quran bagi mahasiswa baru saja namun lebih daripada itu adalah untuk mempersiapkan mahasiswa baru menjadi generasi yang bukan hanya pandai dalam akademik namun juga memiliki pemahaman dan pengamalan agama Islam yang mumpuni.