Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan UMP Edisi Muharram 1440 H

Purwokerto, (29/9). Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan bagi dosen dan karyawan. Kajian bulan Muharram kali ini mengusung tema “Refleksi Hijrah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” yang disampaikan oleh Ust. Dr. Ibnu sholeh, M.A., M.P.I. dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Pada kajian kali ini Ust. Ibnu Sholeh memaparkan pentingnya hijrah dalam artian memperbaiki diri dari sifat-sifat buruk menuju pada diri yang bersifat baik. Maka hijrah ini bisa dimulai dari diri sendir terlebih dahulu kemudian diterapkan dilingkup keluarga sehingga memulai dari lingkup kecil diharapkan dapat berdampak terhadap lingkup yang lebih besar yaitu dalam lingkup bangsa dan negara.

Sejarah telah mencatat bahwa selama perjalanan pascakemerdekaan negara Republik Indonesia, masyarakat kita senantiasa terbenturkan dengan perang ideologi. Peperangan ideologi dari di awal pascakemerdekaan Indonesia terlihat jelas antara ideologi Islam dengan ideologi komunis sosialis dari timur. Selanjutnya peperangan ideologi di negara kita ini terus berlanjut hingga sekarang kita dihadapkan dengan ideologi kapitalis. Selain itu juga islam dibenturkan dengan penyakit baru yang bernama SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme) hal ini sangat berbahaya bagi ketauhidan masyarkat muslim di Indonesia. Daripada itu, pada kesempatan ini Ust. Ibnu Sholeh mengajak seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto baik dari dosen mau karyawan untuk senantiasa membentengi diri dan keluarga dari penyakit SEPILIS ini dengan cara selalu meningkatkan iman dan takwa.

Dr. Ibnu Sholeh pada kesempatan ini juga menyampaikan bahayanya perang ideologi di lingkungan kampus yang mempunyai sasaran para mahasiswa-mahasiswi. Hal ini jika dibiarkan dan tidak segera ditangani maka akan membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Maka sejatinya bahwa semangat hijrah hendaknya tidak hanyamenjadi momentum tahunan yang hanya semangat di awalnya saja namun harus terus disemarakan setiap harinya dengan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Begitu banyak kemasan baru, produk dengan sampul baru yang nyatanya isinya adalah penyakit SEPILIS tersebut. Selain dengan meningkatkan iman dan taqwa dalam diri dan keluarga hendaknya kita masyarakat muslim khususnya di lingkungan civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purwokerto hendaknya menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik.