Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Workshop Penyusunan RPS Islam dan Ilmu Pengetahuan Tahun Akademik 2018-2019

Sabtu, 23 Rabi’ul Awwal 1440 H/01 Desember 2018 M, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Islam dan Ilmu Pengetahuan yang dihadiri para dosen pengampu mata kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan dari tiap prodi, dan juga instruktur LPPI.

Bertempat di Ruang Sidang Kantor Pusat UMP, workshop ini diadakan sebagai bentuk usaha demi terwujudnya kampus UMP yang islami. Yaitu dengan merancang kurikulum pembelajaran yang mengintegrasi ilmu pengetahuan dan Islam, dengan dua pembicara, yaitu H. Mintaraga Eman Surya, Lc., MA. dan Teguh Yulianto, MMMMMMM?

Workshop ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang membahas tentang keajaiban penciptaan makhluk Allah, serta anjuran agar manusia senantiasa mentafakkuri dan mentadabburi ayat-ayat Al Quran. Karena di dalam Al Quran sendiri terdapat banyak ayat yang membahas keragaman ilmu pengetahuan, yang sepatutnya dijadikan dasar berilmu oleh umat islam.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Kemudian sambutan yang disampaikan oleh Dr. Darojat selaku ketua LPPI sekaligus membuka kegiatan Workshop Penyusunan RPS Islam dan Ilmu Pengetahuan. Dalam sambutannya beliau mengharapkan kegiatan yang merupakan amanat Rapat Kerja (Raker) UMP ini dapat merealisasikan terwujudnya program UMP yang memiliki keunggulan dalam kurikulum berbasis epistemologi islam dalam membangun ilmu pengetahuan di masing-masing prodi.

Dr. Darojat menambahkan, “dalam rangka mensukseskan satu tahapan UMP memiliki keunggulan komparatif dan berbasis epistemologi islam, saya kira pelaksanaan workshop penyusunan RPS Islam dan Ilmu Pengetahuan ini sangat penting untuk menyiapkan generasi yang unggul dan islami”.

UMP sebagai institusi pendidikan beserta tenaga pendidiknya secara individu memiliki posisi yang strategis dalam amal jariyah, --seperti yang di sampaikan oleh Dr. Darojat dalam sambutannya--  karena bertugas mentransfer ilmu, mendidik, dan memberikan penguatan aqidah, akhlak, wawasan keilmuan, serta mengantarkan mahasiswa menjadi generasi yang unggul sekaligus memiliki rasa khosyyah kepada Allah.

Sebagai tindak lanjut dari diadakannya workshop ini, diharapkan juga adanya indikator keunggulan keislaman di UMP yang bisa diukur saat ada visitasi akreditasi. Yaitu dengan munculnya RPS serta pembelajaran islam dan ilmu pengetahuan dengan integrasi dan interkoneksi.

Dan yang tak kalah penting adalah adanya aktualisasi dan implementasi dari RPS itu sendiri, yang nantinya dapat mengantarkan mahasiswa memiliki kedalaman spiritual keislaman dan akhlak yang baik yang terlihat khususnya di lingkungan kampus UMP. Selain RPS, para dosen juga diminta kesiapannya membantu program LPPI dalam menyusun buku ajar Islam dan Ilmu Pengetahuan di masing-masing prodi.

Workshop kemudian dilanjutkan ke acara inti, yaitu pemaparan materi oleh kedua pembicara yang dimoderatori oleh Istianah, Lc., M.Hum. Untuk materi pertama, pengantar dalam konsep islamisasi ilmu pengetahuan, yang disampaikan oleh H. Mintaraga Eman Surya, Lc., MA.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa UMP sebagai universitas islam seharusnya bisa membangun paradigma ilmu pengetahuan sendiri berasaskan keislaman, dengan kekhususan yang dibangun yaitu Catur Dharma.

Kemudian sesi kedua oleh Teguh Julianto, S.Pd., M.Si. Materi yang disampaikan lebih fokus kepada teknis pembuatan RPS yang terintegrasi dengan menyamakan formatnya untuk seluruh prodi beserta penjelasan poin per poinnya.

Keren, Pegawai UMP Pasti Bisa Khutbah!

 


Purwokerto, Sabtu, 2 Rabi'ul Awwal 1440 H/10 November 2018 M. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan “Pelatihan Khatib Jum’at bagi Pegawai (Karyawan & Dosen) UMP”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung A Kantor Pusat Rektorat Lantai dua yang diikuti oleh segenap pegawai dan dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Hadir dalam acara ini Ust. Arief Fauzi, S.Pd.I., Lc. Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Zamzam Cilongok sebagai pengisi materi pada pelatihan khatib kali ini. Pelatihan ini diikuti  sekitar 50 peserta yang terdiri dari dosen dan karyawan UMP, acara tersebut langsung dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H.

Acara “Pelatihan Khatib Jum’at bagi Pegawai (Karyawan & Dosen) UMP” ini diawali sambutan dari Ketua LPPI beliau Ust. Dr. Darodjat, M.Ag, dengan mengutip hadits nabi Muhammad SAW “Barang siapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya”.  Beliau menyampaikan betapa mulianya seorang pendai dalam hal ini menjadi khatib, karena menunjukan kepada kebaikan bagi jamaah yang mendengarkan.

Dalam sambutannya beliau Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H. menyampaikan harapannya agar UMP melalui pelatihan khatib jum’at ini dapat memenuhi kebutuhan khatib dan imam bagi masjid-masjid sekitar UMP khususnya dan lingkungan masjid daerah Banyumas umumnya.  Warga UMP diharapkan mampu memenuhi kebutuhan da’I, imam dan khatib di lingkungan tempat tinggalnya sehingga hal ini diharapkan mampu menguatkan syi’ar UMP dan Muhammadiyah di masyarakat.

Selain itu di sela-sela sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H. juga menghimbau kepada peserta pelatihan agar senantiasa menjaga kerukunan umat dengan tidak menimbulkan pertentangan meski memiliki perbedaan pendapat terutama saat ini mendekati musim pergantian pemimpin. Hendaknya khatib memilih ayat dan materi yang betul-betul dikuasai sehingga tidak memberikan ceramah yang salah dan menyesatkan bagi umat. Polemik seperti ini banyak ditemui di masyarakat karena khatib kurang menguasai dan bahkan kurang faham terhadap materi yang disampaikan sehingga menimbulkan pertentangan dari perbedaan pendapat dan bahkan ditinggalkan oleh jamaahnya karena kurang menarik dalam menyampaikan materinya.

Menurut Ust. Muammar sebagai staf bidang pelayanan masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengamalan Islam (LPPI) pelaksanaan pelatihan khatib pegawai UMP ini dilatar belakangi oleh banyaknya dosen dan karyawan UMP yang berkopenten dalam berbagai bidang disiplin ilmu namun kurangnya menguasai tatacara dan aturan dalam berkhutbah dengan baik dan benar. Maka berawal dari masalah yang ada tersebut “Pelatihan Khatib Jum’at Pegawai UMP” ini diharapkan dapat semakin menambah wawasan para pegawai dan dosen tentang hal ihwal tatacara khatib jumat sesuai dengan tuntunan syariat agama. “Apabila para dosen dan pegawai UMP yang menguasai berbagai disiplin ilmu ini mengerti tatacara dan aturan dalam berkhutbah akan sangat baik untuk menambah hasanah warna keilmuan yang diusung dalam materi khutbahnya, materinya berbobot dengan cara dan aturan yang benar sesuai tuntunan agama.” Tutur Ust. Muammar. (by)

 

Orientasi Mahasiswa Kader Tahun Akademik 2018-2019

Jumat, 03 Safar 1440 / 12 Oktober 2018 M, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Kader untuk tahun Akademik 2018-2019 yang bertema, “Membentuk Kader yang Religius, Cerdas, Dinamis dan Militan”.

Bertempat di Ruang Sidang Kantor Pusat UMP, kegiatan ini diadakan untuk memberikan motivasi dan pembekalan kepada Mahasiswa Kader UMP yang diharapkan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya di lingkungan kampus UMP.

Orientasi yang dihadiri mahasiswa kader lama maupun baru ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Darojat selaku ketua LPPI. Beliau mengharapkan mahasiswa yang telah terseleksi siap menjadi mahasiswa kader dengan tanggung jawab sebagai pelangsung visi misi kampus UMP yaitu unggul, modern dan islami.

Selanjutnya, sambutan oleh Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan, Kerjasama dan AIK, Dr. Jebul Suroso S.Kep Ns M.Kep. sekaligus membuka kegiatan Orientasi Mahasiswa Kader. Beliau menekankan peran Mahasiswa Kader agar menjadi wajah dari mahasiswa UMP. Kader juga harus memiliki kemampuan minimal membaca al-Qur’an, yang menjadi bekal dasar untuk masuk ke dalam dunia dakwah.

Dr. Jebul juga mengharapkan kader berbeda dari mahasiswa biasa lainnya, memiliki banyak ide dan terobosan pemikiran. Seperti yang dicontohkan oleh Muhammad Al Fatih, penakluk Konstantinopel  yang kala itu masih berusia muda.

Setelah orientasi ini, mahasiswa kader akan mengikuti berbagai macam kegiatan pengkaderan. Diantaranya kegiatan ta’lim, tahfizh, kegiatan bahasa serta membantu LPPI dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman di UMP. Sebagian besar kader akan masuk Pesantren Mahasiswa Kader (PESMAKA), yang di dalamnya kegiatan pengkaderan menjadi lebih kondusif dan terkontrol.

Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan UMP Edisi Muharram 1440 H

Purwokerto, (29/9). Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan bagi dosen dan karyawan. Kajian bulan Muharram kali ini mengusung tema “Refleksi Hijrah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” yang disampaikan oleh Ust. Dr. Ibnu sholeh, M.A., M.P.I. dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Pada kajian kali ini Ust. Ibnu Sholeh memaparkan pentingnya hijrah dalam artian memperbaiki diri dari sifat-sifat buruk menuju pada diri yang bersifat baik. Maka hijrah ini bisa dimulai dari diri sendir terlebih dahulu kemudian diterapkan dilingkup keluarga sehingga memulai dari lingkup kecil diharapkan dapat berdampak terhadap lingkup yang lebih besar yaitu dalam lingkup bangsa dan negara.

Sejarah telah mencatat bahwa selama perjalanan pascakemerdekaan negara Republik Indonesia, masyarakat kita senantiasa terbenturkan dengan perang ideologi. Peperangan ideologi dari di awal pascakemerdekaan Indonesia terlihat jelas antara ideologi Islam dengan ideologi komunis sosialis dari timur. Selanjutnya peperangan ideologi di negara kita ini terus berlanjut hingga sekarang kita dihadapkan dengan ideologi kapitalis. Selain itu juga islam dibenturkan dengan penyakit baru yang bernama SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme) hal ini sangat berbahaya bagi ketauhidan masyarkat muslim di Indonesia. Daripada itu, pada kesempatan ini Ust. Ibnu Sholeh mengajak seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto baik dari dosen mau karyawan untuk senantiasa membentengi diri dan keluarga dari penyakit SEPILIS ini dengan cara selalu meningkatkan iman dan takwa.

Dr. Ibnu Sholeh pada kesempatan ini juga menyampaikan bahayanya perang ideologi di lingkungan kampus yang mempunyai sasaran para mahasiswa-mahasiswi. Hal ini jika dibiarkan dan tidak segera ditangani maka akan membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Maka sejatinya bahwa semangat hijrah hendaknya tidak hanyamenjadi momentum tahunan yang hanya semangat di awalnya saja namun harus terus disemarakan setiap harinya dengan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Begitu banyak kemasan baru, produk dengan sampul baru yang nyatanya isinya adalah penyakit SEPILIS tersebut. Selain dengan meningkatkan iman dan taqwa dalam diri dan keluarga hendaknya kita masyarakat muslim khususnya di lingkungan civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purwokerto hendaknya menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik.   

 

Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan UMP Edisi Dzulqa'dah 1439 H

 

   Purwokerto, 29 Dzulqa’dah 1439 H/ 11 Agustus 2018 M. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali mengadakan “Silaturrahim dan Pengajian Bulanan Dosen dan Karyawan”. Kajian rutin bulanan kali ini mengusung tema “Fiqh Idul Adha” yang disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Majelis Tarjih dan  Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah beliau Dr. Hamim Ilyas., M.Ag.  

      Tema “Fiqh Idul Adha” dipilih karena mengingat sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Dzul Hijjah, yang mana di bulan Dzul hijjah ini umat Islam akan melaksanakan hari raya Idul Adha yang insya Allah pada tahun ini akan jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2019. Tema ini diangkat dalam kajian bulanan dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan harapan agar seluruh dosen dan karyawan dapat mendalami lebih lanjut terkait fiqh Idul Adha sesuai dengan tuntunan dan fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. 

     Pada kajian bulanan dosen dan karyawan kali ini, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengambil kesempatan untuk mengadakan penggalangan dana bantuan sosial bagi saudara-saudara di Lombok. Sebagaimana kita ketahui bersama beberapa hari lalu tepatnya Minggu malam 5 Agustus 2018 telah terjadi musibah besar gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang memakan korban cukup banyak saudara-saudara kita khususnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ngaji sekaligus bersodaqoh” inilah slogan yang diusung pada pengajian dosen dan karyawan UMP bulan Agustus ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Ust. Azmi selaku Staf LPPI sebagai pelaksana kajian.  

   Dr. Hamim Ilyas., M.Ag. memaparkan pada kajian kali ini dengan detail fiqh qurban. Salah satunya memberikan penjelasan tentang pendapat lain dari larangan pemotongan kuku dan rambut/bulu hewan yang akan dijadikan qurban hingga disembelih. Hal ini menambah wawasan baru bagi dosen dan karyawan karena selama ini masyarakat umum memahami bahwa yang dilarang untuk dipotong adalah kuku dan rambut/bulu shohibul qurban. Dengan demikian dosen dan karyawan diharapkan dapat terbiasa dengan perbedaan pendapat terhadap  pemahaman yang ada. (ubay)

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239