Pendaftaran Test Baca Al Qur'an

INGIN KONSULTASI / BIMBINGAN ?

Connect with us ...

JLIB_HTML_CLOAKING    

Silaturrahuim dan Pengajian Virtual Dosen dan Karyawan UMP

PURWOKERTO, 3 Juli 2020. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto hari ini menyelenggarakan pengajian bulanan secara virtual bagi seluruh dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pengajian bulan ini disampaikan oleh Ust. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I. Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dengan tema kajian “Peran dan Tugas Dakwah sebagai Amanah Pegawai dalam Persyarikatan Muhammadiyah”.

Silaturrahim dan pengajian bulanan secara virtual ini diikuti oleh hampir seluruh pegawai Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan menggunakan aplikasi zoom yang berlisensi resmi sehingga pengajian ini dapat diikuti dengan hikmad dengan waktu yang cukup.

Ust. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I. menyampaikan bahwa dakwah menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh umat muslim apapun profesinya, tidak harus seorang ustadz ataupun dosen di Fakultas Agama Islam, dosen dari fakultas lainpun yang beragama Islam mempunyai kewajiban dalam berdakwah, bahkan seorang driver sekalipun mempunyai kewajiban dalam mendakwahkan agama islam meskipun hanya satu ayat yang dia mampu.

Selanjutnya beliau juga menjelaskan bahwa dalam hal keilmuan tidak ada dikotomi pembagian ilmu agama dan ilmu umum, sejatinya seluruh ilmu harusnya berorientasi untuk menjunjung tinggi syariat Islam, karena secara filosofis, semua ikmu itu dari Allah. Maka pembagian ilmu umum dan agama ini hanya untuk keperluan administratif saja.

Pengajian kali ini adalah pengajian pertama kali yang diselenggarakan oleh LPPI secara online. Hal ini adalah solusi yang diberikan oleh LPPI untuk tetap memberikan penambahan wawasan keagamaan guna tetap meningkatkan ketakwaan pegawai Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

UMP Mengadakan Kegiatan Ramadan di Rumah Saja Berbasis Daring

Purwokwerto 18 Mei 2020, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto hari ini mengadakan penutupan agenda RADIUS (Ramadan di Rumah Saja). RADIUS ini merupakan kegiatan alternative sebagai pengganti kegiatan iktikaf pegawai Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang telah biasa dilaksanakan setiap bulan ramadan.

Wabah pandemic Covid-19 yang sedang melanda dunia tidak melunturkan semangat para pegawai Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam menjalankan kegiatan ramadan pegawai Universitas Muhammadiyah Purwokwerto. Melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam, kegiatan yang semula berbentuk iktikaf dengan diisi pengajian dan diskusi ilmu agama untuk meningkatkan keilmuan agama para pegawai, tahun ini harus dikemas berbeda dengan berbasis daring.

Meskipun kegiatan ini dilaksanakan di rumah saja dengan berbasis daring, namun nyatanya semangat fastabiqul khairat pegawai UMP tidak luntur begitu saja. Para pegawai tetap semangat mengakses platform yang disediakan oleh panitia pelaksana untuk mengikuti kajian-kajian dan pendampingan pelaksanaan ibadah selama masa pandemic.

Dikutip dari wawasan.co Dr Asep Khosasih sebagai Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menjelaskan tujuan kegiatannya untuk memberikan kesadaranuntuk bisa menghidupi dan mengamalkan sunah-sunnah Nabi SAW terutama amal-amal sunnah di bulan Ramadhan dan memberikan pemahaman nilai-nilai dasar ajaran Islam dan ke-Muhammadiyahan kepada para pegawai UMP.“Berkaitan dengan program Ramadan 1441 H di tengah pandemi Covid-19 UMP melaksanakan kegiatan Daring Ramadhan. Kegiatan ini  merupakan program bagi Peawai UMP dalam rangka pendalam materi,” katanya. (18/05)

Pada penutupan RADIUS kali ini, Ketua panitia RADIUS Ahmad Husein menyampaikan juga nama-nama peserta tergiat yang nantinya akan diberi reward agar menjadi penyemangat bagi yang bersangkutan dan tauladan yang baik bagi peserta yang lain. Selain pengumuman peserta terbaik, pada kesempatan penutupan ini diisi juga dengan tausiah oleh Ust. Drs. H. Achmad Kifni mewakili Badan Pembina Harian kepada peserta.

Dalam tausiahnya, Ust. Drs. Achmad Kifni menjelaskan bahwa Muhammadiyah juga merupakan gerakan dakwah yang bercirikan  antara lain, dakwah yang bertajdid, dakwah yang mencerdaskan dan mencerahkan, akwah yang mencari solusi. Kegiatan RADIUS ini menjadi salah satu contoh ciri khas dakwah Muhammadiyah sebagai solusi untuk tetap melakukan kegiatan keagamaan selama bulan ramadan meskipun harus di rumah saja.

 

 

Reporter : Ubay DC

TES BACA AL-QURAN MAHASISWA BARU ANGKATAN 2019 UMP

Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan Tes Baca Al Quran bagi mahasiswa baru angkatan 2019 selama dua hari di Auditorium Ukhuwah Islamiyah. Yaitu pada hari senin dan selasa 18-19 Jumadal Awwal 1441 H / 13-14 Januari 2020 M.

Kegiatan ini ditujukan untuk mengukur kemampuan membaca Al-Quran mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam rangka mewujudkan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang Islami. Dimulai pada pukul 08.00 pagi, mahasiswa yang terjadwal ujian di hari pertama telah datang memenuhi ruangan. Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh sekretaris LPPI Istianah, Lc., M.Hum., mewakili ketua LPPI yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan kembali pentingnya membaca Al-Quran. Karena dengan bisa membaca Al-Quran berarti telah membuka pintu untuk memahami ajaran agama islam lebih dalam. Betapa banyak umat islam yang hanya sesekali membaca Al-Quran. Padahal membaca Al-Quran mendatangkan banyak kebaikan bagi ketaqwaan seseorang.

“Ada dua aspek nilai jika bisa membaca Al-Quran. Yakni ukhrowi dan duniawi. Untuk ukhrowi salah satunya adalah ketika ditanya oleh malaikat di dalam kubur tentang apa kitab pedoman agama islam, kita bisa dengan yakin mengatakan bahwa itu adalah Al-Quran. Maka bagaimana kita bisa yakin menjadikan Al-Quran sebagai pedoman agama islam kalau kita sendiri belum bisa membacanya”, paparnya.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berlandaskan agama islam mensyaratkan mahasiswanya untuk bisa membaca al Quran. “… Kemudian dari segi duniawi, kemampuan membaca Al-Quran menjadi syarat untuk bisa mengikuti salah satu mata kuliah wajib di UMP. Syahadah (sertifikat) lulus baca Al-Quran juga digunakan untuk mengajukan pendaftaran KKN dan wisuda”, tambah Istianah.

Sebelumnya, mahasiswa baru angkatan 2019 harus mengikuti placement test baca Al-Quran ketika sudah terdaftar sebagai mahasiswa di awal tahun perkuliahan. Jika dinyatakan lulus, mahasiswa bisa menunggu untuk mengambil syahadah (sertifikat) lulus membaca Al-Quran. Akan tetapi jika dinyatakan belum lulus, maka mahasiswa harus mengikuti tes ulang secara serentak yang diadakan setelah ujian akhir semester dalam dua hari ini.

Dalam jangka waktu satu semester, mahasiswa telah diberi bimbingan membaca Al-Quran secara kolektif yang mudah-mudahan menjadi bekal mereka untuk bisa lulus tes. Begitu juga dengan mahasiswa yang belum lulus membaca Al-Quran pada tes serentak kali ini. Mereka bisa mengikuti program Bimbingan Intensif Belajar Al-Quran (BIBAQ) oleh LPPI yang akan dimulai pada semester genap tahun ajaran 2019-2020.

Harapan dan tujuan daripada kegiatan ini tentunya bukan hanya untuk memetakan kemampuan baca Al-Quran bagi mahasiswa baru saja namun lebih daripada itu adalah untuk mempersiapkan mahasiswa baru menjadi generasi yang bukan hanya pandai dalam akademik namun juga memiliki pemahaman dan pengamalan agama Islam yang mumpuni.

 

Mentor Terbaik UMP 2019 Menjadi Presenter dalam ISICAS (International Symposium on Islam, Civilization and Science) di Universitas Kebangsaan Malaysia

 


Empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengikuti ISICAS (International Symposium on Islam, Civilization and Science), pada hari Senin-Selasa 14-15 Oktober 2019 yang bertempat di Universitas Kebangsaan Malaysia, acara tahunan tersebut diselenggarakan oleh  Institut Islam Hadhari – UKM.

Kegiatan rutin tahunan ini dihadiri oleh mahasiswa, para doktor, profesor se Asia, akan tetapi yang menarik pada syposium tersebut yaitu, yang mengirimkan pesertanya berstatus mahasiswa hanya Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan peserta yang lain sudah bergelar semua.

Keempat mahasiswa UMP tersebut ialah Jefry Lisaldi dan Esqi Noor Lisa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Muhammad Husni Adabi dari Prodi Agroteknologi dan Salma Fathina Hanin dari Pendidikan Bahasa Inggris, mereka terpilih sebagai Mentor dan Mentee berprestasi tahun 2019, yang diadakan tiap tahun oleh Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam UMP, sehingga mereka berhak sit-in Singapura dan Malaysia serta mengikuti Syposium atau seminar diluar negeri.

Mereka berempat didampingi oleh pembina mentor yaitu, Iwan Fakhruddin, pembina dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Iwan menyampaikan sangat salut kagum dengan keempat mahasiswa berprestasi tersebut, karena sudah berani menjadi presenter pada syposium international, dihadapan para doktor dan profesor. Bahkan ketika mereka menyampaikan materinya, tidak ada raut wajah yang tegang atau grogi. katanya.

Salah satu peserta syposium international dari UMP Esqi, menyampaikan  “Saya terbilang nekat mengikuti acara tersebut. Bagaimana mungkin tidak nekat? karena ternyata hanya empat Mahasiswa UMP yang masih student at undergraduate, semua Presenter selain dari kami adalah Para Profesor dan Doktor se Asia.. Kami sudah merasa sangat beruntung bisa bersama dengan Para Orang Hebat di tingkatan Internasional, tetapi alhmadulillah wa syukurilah kehadiran kami, Mahasiswa UMP dalam acara tersebut justru membuat Para Presenters yang lain tercengang dan kagum karena students at undergraduate bisa mengikuti event internasional setinggi ini sehingga banyak pihak yang sangat mengapresiasi keempat Mahasiswa UMP. 

Tidak berhenti di sini alhamdulillah wa syukurilah, diantara kami ada yang meraih award sebagai Presenter Terbaik dalam ISICAS 2019. Tumpah ruahlah air mata saya, karena yang memberikan penghargaan itu adalah langsung dari Prof. Emeritus,  Dr. Mohd. Yusof,  Hj. Yasushi Kosugi dari Kyoto University Jepang, selain itu saya banyak mendapat tawaran utuk bisa melanjutkan studi S2 dan S3 di Hadhari. Pungkasnya.

Selain mengikuti syposium di Universitas Kebangsaan Malaysia, keempat mahasiswa dan satu pembina mentor yang berangkat, juga berkunjung ke Persatuan Muhammadiyah Singapura dan PCIM Malaysia untuk berdiskusi tentang Dakwah Islam dan Muhammadiyah di kedua negara tersebut, juga tentang tantangan dan strategi dakwahnya. Diskusi juga dilakukan dengan hadhari center, dan juga dilaksanakan penjajakan kerjasama dengan Institut Islam Hadhari dan Fakulti Pendidikan Islam UKM, terkait dengan bidang keislaman.

 

 

 

Grand Open Mentoring 2019

Grand Open Mentoring 2019

“Dengan Mentoring Menumbuhkan Nilai-nilai Hijrah untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik”

Bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, ribuan mahasiswa telah mengikuti kegiatan Grand Opening Mentoring. Acara yang dilaksanakan tanggal 6 September 2019 pagi hari waktu setempat tersebut merupakan kegiatan pembekalan ilmu akhlaq keislaman, motivasi hijrah, dan semangat mencapai sukses dunia dan akhirat.

Masih dalam suasana tahun baru hijriyah, kegiatan Grand Opening Mentoring kali ini mengundang tokoh hijrah Salman Al Jugjawy, atau yang dikenal juga sebagai Sakti Ari Seno ex. gitaris SheilaOn7. Turut hadir juga Wakil Rektor III, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), segenap Dekan, dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Grand Opening Mentoring kali ini, Akhmad Darmawan, SE., M.Si., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam dan Kemuhammadiyahan menyampaikan ada tiga hal yang bisa menjadikan hidup lebih mudah, indah, dan terarah. Yakni ilmu, seni, dan agama. Menurutnya ketiga hal ini bisa membuat hidup kita lebih bermakna dan bergairah.

Dikutip dari laman ump.ac.id,  Ketua LPPI UMP Dr Darojat Mag menyampaikan bahwa kegiatan mentoring sengaja diberikan kepada mahasiswa baru, sebagai dasar pijakan pembentukan jati diri karakter mahasiswa. Diharapkan dari kegiatan tersebut, akan melahirkan generasi-generasi yang ulul albab. Yakni generasi yang memiliki karakter beriman, berpengetahuan tinggi, berakhlak mulia, tekun beribadah, berjiwa sosial, dan bertakwa.

”Mentoring berpusat di lingkungan UMP yang menjadi wadah dan sarana mahasiswa belajar tentang agama Islam dan hal bermanfaat lain bersama mentor di lingkungan UMP. Mentoring ini diharapkan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu dalam paparannya, Salman Al Jugjawy menebarkan semangat hijrah kepada para mahasiswa yang hadir. Mantan gitaris yang memutuskan berhenti dari bandnya dan mulai mendalami ilmu agama sejak 2004 lalu itu mengajak untuk menjadikan mentoring sebagai sarana meningkatkan ketakwaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Beliau memaparkan bahwa untuk sukses di dunia saja, kita perlu banyak mujahadah dan pengorbanan yang besar, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Apalagi untuk kesuksesan di akhirat, maka jangan sampai kita lalai untuk selalu bermujahadah dan bertaqorrub kepada Allah dengan cara mencontoh para sahabat dan para ulama dalam menerima ajaran agama dan mempraktikkannya.

Sebagai penutup, Salman Al Jugjawy memberikan pesan kepada mahasiswa dan seluruh orang yang hadir agar senantiasa mengingat Allah, beribadah, dan berdakwah. Karena kita hidup di dunia bukan selamanya, akhirat lah tempat berakhir kita dan menjadi ahli surga harus dijadikan sebagai tujuan, dunia hanya menjadi tempat singgah saja.

Hubungi Kami

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182
Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239